Menteri Agama: Merusak Alam adalah Pengkhianatan terhadap Pesan Langit

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 14:25 WIB
Menteri Agama: Merusak Alam adalah Pengkhianatan terhadap Pesan Langit

JAKARTA Udara di Jakarta pagi itu terasa biasa saja, padat dan berdebu. Tapi di dalam ruang pertemuan Kementerian Agama, pembicaraan justru melayang jauh, menyentuh langit, gunung, dan hutan. Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang sesuatu yang mendasar: kesadaran kita semua untuk menjaga alam.

Menurutnya, selama ini kita kerap diajari untuk melihat yang tampak. Namun, semua yang lahiriah itu harus punya penopang dari dalam, dari kesadaran batin yang dalam.

Tanpa itu, semuanya jadi rapuh.

"Maka kerukunan sejati tidak hanya horizontal, tetapi juga vertikal dengan semesta ciptaan Tuhan," ujar Nasaruddin.

Dia melanjutkan, suaranya tenang namun tegas, "Inilah panggilan zaman membangun kembali relasi spiritual dengan alam."

Pernyataan itu disampaikannya dalam dialog kerukunan lintas agama, Sabtu (6/12/2025) lalu. Acara itu sendiri digelar di kantornya, di Jakarta Pusat. Tapi pesannya jelas untuk semua.

Di sisi lain, Nasaruddin mendorong apa yang disebutnya sebagai ekoteologi. Istilah yang mungkin terdengar berat, tapi esensinya sederhana: bumi ini bukan sekadar real estate, tempat kita numpang hidup. Lebih dari itu, ia adalah amanah. Titipan Ilahi yang mesti kita jaga betul-betul.

"Melukai bumi, merusak air dan udara, mencemari hutan..." katanya, lalu jeda sejenak, "...sejatinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap pesan langit."

Pengkhianatan terhadap tugas manusia sebagai khalifah, penjaga.

Dia lalu menjelaskan dengan gaya yang lebih puitis. Alam, katanya, tidak meminta disembah-sembah. Yang dia butuhkan justru lebih konkret.

"Langit tidak meminta dipuja, tetapi dijaga. Gunung tidak memerlukan sembah, tetapi butuh penghindaran dari kerusakan."

Dan di akhir, dia menyatukan semuanya. "Kerukunan dengan alam adalah kerukunan tertinggi," tutur Nasaruddin. Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan semesta itu cerminan dari keseimbangan batin. Sebuah keseimbangan yang sudah tercerahkan.

Pesan yang disampaikan di ruang ber-AC itu terasa seperti angin segar. Sebuah pengingat di tengah hiruk-pikuk ibukota, bahwa mungkin masalah terbesar kita bukanlah soal apa yang kita perdebatkan, tetapi bagaimana kita memperlakukan rumah bersama ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar