Waspada! Game Online Jadi Gerbang Radikalisme bagi Anak, Jumlah Korban Melonjak
Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Polri memperingatkan adanya peningkatan signifikan jumlah anak dan remaja yang terpapar paham radikal terorisme. Lembaga anti-teror nasional ini menyoroti tren perekrutan masif yang memanfaatkan platform digital, termasuk game online, untuk menjaring korbannya.
Lonjakan Drastis Anak Terpapar Radikalisme
Data yang dirilis Densus 88 menunjukkan perbandingan yang mencengangkan. Pada periode 2011 hingga 2017, terdapat 17 anak yang berhasil diamankan dan dibina. Namun, angka ini melonjak tajam menjadi sekitar 110 anak yang telah teridentifikasi sepanjang tahun 2025. Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa ini menunjukkan proses rekrutmen yang sangat masif melalui media daring.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital
Satu Hilang Diterjang Arus Usai Kecelakaan di Jembatan Sungai Pelus Banyumas
Iran Sebut Kegagalan Perundingan dengan AS di Islamabad Wajar karena Tingginya Ketidakpercayaan