Tugasnya pun bervariasi. Sebagian besar logistik diantarkan ke bandara-bandara terdekat lokasi bencana. Namun begitu, untuk lokasi yang sulit dijangkau darat, metode khusus dipakai.
"Sejauh ini sudah 1,1 ton logistik yang kita antar menggunakan sistem air drop menggunakan teknik heli box," jelas Freddy.
Teknik lain juga dipakai. "Kemudian 17,22 ton itu kita drop dengan menggunakan teknik low cost low altitude menggunakan parasut," lanjutnya. Upaya ini untuk memastikan bantuan sampai meski medan ekstrem.
Ke depan, kesiapan tetap dijaga. Freddy memastikan pesawat-pesawat angkut itu akan terus siaga di Halim. Begitu ada tambahan bantuan atau kebutuhan mendesak, mereka siap terbang lagi menembus awan menuju Sumatera. Upaya udara ini menjadi salah satu nadi penting penyaluran harapan bagi mereka yang terdampak.
Artikel Terkait
Gus Ipul Pastikan Bantuan Rp2 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera Tepat Sasaran
Kasus Rully Anggi Akbar Berpotensi Meluas, Ancaman Hukuman Lebih dari 4 Tahun
Menteri Keuangan Siap Gelar Shock Therapy di Tubuh Bea Cukai
Malam Ini, Timnas Futsal Uji Keunggulan Statistik Lawan Korea Selatan