Pembisik Prabowo Siapa? Proyek Kereta Cepat Tembus Banyuwangi Dipertanyakan
Kondisi transportasi darat di Indonesia saat ini memprihatinkan. Tengoklah terminal-terminal, naiklah atau lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bis antar kota antar provinsi (AKAP) atau kendaraan elf. Keadaannya sungguh mengenaskan.
Bis jurusan Jakarta ke Surabaya hanya terisi 3-5 orang. Elf pun penuh dengan penumpang lanjut usia. Kondisi kendaraannya reyot dan sistem pembakarannya sudah tidak layak, menghasilkan asap polusi berlipat ganda yang mencemari lingkungan.
Masalah transportasi darat ini perlu diutamakan. Pemerintah seharusnya memberikan subsidi, membenahi, dan meramaikan kembali terminal-terminal yang kosong melompong di berbagai kota.
Belum lagi masalah bandara-bandara baru yang mangkrak dan tidak termanfaatkan dengan optimal.
Situasi transportasi kita saat ini seperti kanibal, di mana pengusaha kecil dan rakyat lapisan bawah yang paling terjepit. Jangan menambah masalah dengan proyek kereta cepat Whoosh hingga Banyuwangi. Kereta api konvensional yang ada sebaiknya dimaksimalkan terlebih dahulu.
Alangkah lebih baiknya dana dialokasikan untuk kebutuhan rakyat yang lebih mendesak dan prioritas.
(Ahmad Tsauri)
Artikel Terkait
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi