Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

- Jumat, 13 Maret 2026 | 23:00 WIB
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Wall Street bangkit lagi di sesi Jumat pagi, mencoba pulih setelah kemarin sempat terpuruk. Kenaikan ini terjadi di tengah sorotan investor pada data ekonomi terbaru dan situasi geopolitik yang masih panas.

Konflik di Timur Tengah terus jadi bayang-bayang, sementara para pelaku pasar mencoba membaca arah langkah The Fed. Data yang baru dirilis memberi gambaran yang agak beragam. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV tahun lalu ternyata lebih lembek dari perkiraan awal, terutama karena belanja konsumen dan investasi bisnis yang direvisi turun. Tapi, laporan terpisah justru menunjukkan belanja konsumen Januari lalu sedikit lebih hangat dari ekspektasi.

Nah, data campuran itu rupanya belum cukup untuk menggeser ekspektasi pasar soal suku bunga. Analis di LSEG mencatat, mayoritas pelaku pasar sekarang cuma memprediksi satu kali pemotongan suku bunga tahun ini itu pun cuma 25 basis poin. Jauh lebih sedikit dibanding ekspektasi dua kali pemotongan sebelum konflik meletup akhir Februari lalu.

Peter Cardillo, ekonom dari Spartan Capital Securities, punya pandangan yang cukup jelas soal ini.

“Inflasi masih tinggi dan cenderung bertahan. Jika harga energi terus naik, The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga lebih lama,” ujarnya.

Pernyataan Cardillo itu seperti menyiratkan bahwa pertemuan The Fed pekan depan hampir pasti tak akan membawa perubahan suku bunga. Lonjakan harga energi, ditambah tekanan harga dari sektor lain dan pasar tenaga kerja yang mulai melunak, benar-benar mempersulit tugas bank sentral.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar