Harga emas dunia memangkas penguatannya pada perdagangan Kamis (11/6/2026) di tengah fluktuasi harga minyak dan ketegangan geopolitik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi serta potensi gelombang kenaikan suku bunga oleh bank sentral global.
Berdasarkan data dari Investing, harga emas spot tercatat naik 0,3 persen menjadi 4.082,92 dolar AS per ons troi. Angka ini muncul setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan. Sementara itu, kontrak berjangka emas justru turun 0,6 persen ke posisi 4.107,15 dolar AS per ons troi.
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menyerang Iran dalam waktu dekat serta mengambil alih Pulau Kharg, salah satu pusat infrastruktur minyak dan gas utama negara tersebut. Trump bahkan membandingkan langkah itu dengan operasi AS di Venezuela pada awal tahun ini.
Pernyataan tersebut muncul meskipun sejumlah laporan media menyebutkan bahwa Washington dan Teheran masih melanjutkan pembicaraan damai. Namun, ketidakpastian masih membayangi proses diplomasi tersebut. Trump kembali memperingatkan akan mengambil tindakan lebih lanjut apabila Iran tidak segera menerima proposal perdamaian yang diajukan AS.
Di sisi lain, harga minyak Brent bergerak di sekitar level penutupan sebelumnya. Meskipun telah turun dari puncak terbarunya, harga minyak masih bertahan jauh di atas level sebelum pecahnya konflik. Pasar kini menantikan data ekonomi lanjutan untuk memperoleh petunjuk mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang.
Artikel Terkait
Trump Ancam Serang Iran dan Rebut Pulau Kharg, Harga Minyak Dunia Berbalik Menguat
Wall Street Menguat di Tengah Data Inflasi Produsen yang Beragam
Phapros Bagikan 15% Laba 2025 sebagai Dividen, Sisa Dana untuk Belanja Modal
UVCR Siapkan Buyback Saham Rp1,5 Miliar untuk Program Kepemilikan Karyawan