Senin pagi di Park Hyatt Jakarta, suasana tampak berbeda. Ruang rapat dipenuhi para pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air. Mereka berkumpul untuk satu agenda penting: Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia 2025 resmi dimulai.
Membuka acara, Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie langsung menyampaikan semangatnya. Ia bilang, Rapimnas tahun ini bukan cuma soal konsolidasi internal. Lebih dari itu, ini jadi momen untuk menyalakan optimisme. Dunia bisnis, menurutnya, harus tetap solid di tengah kondisi ekonomi global yang serba tak pasti ini.
"Kita ingin menyebar optimisme. Optimisme di tengah tantangan yang begitu banyak, baik global maupun domestik, untuk bergotong-royong memperluas lapangan kerja," ujar Anindya.
Suaranya tegas. "Karena ujungnya itulah yang bisa meningkatkan perekonomian ke 5 persen, 6 persen, 7 persen, dan 8 persen."
Kolaborasi erat antara pengusaha dan pemerintah, ia yakini, adalah kunci. Kerja sama itu yang nantinya bakal membuka lebih banyak lowongan pekerjaan. Dan itu jadi fokus utama Kadin di tahun depan.
Anindya juga menyentuh soal kebanggaan. Ia mengajak seluruh anggota Kadin untuk melihat peluang yang ada di depan mata.
"Untuk teman-teman yang menjadi anggota Kadin, kita mesti berbangga karena kita mempunyai kesempatan untuk berkontribusi sangat besar, dan sangat dibutuhkan pada saat ini," lanjutnya.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar