Konflik bersenjata yang meluas di Timur Tengah, kini memasuki hari keempat, tak hanya memicu ketegangan politik. Gelombang kecemasan mulai merambah ke ranah ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) secara resmi menyuarakan keprihatinannya, Rabu (4/3/2026). Lembaga itu memperingatkan bahwa perang terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi memperparah ketidakpastian ekonomi dunia yang sudah rapuh.
Kekhawatiran terbesar, menurut IMF, berpusat pada dua hal: harga energi dan lalu lintas perdagangan internasional. Indikasi awal sudah terlihat. Harga-harga komoditas energi melonjak, sementara pasar keuangan bergerak dengan volatilitas tinggi. Gangguan pada aktivitas ekonomi pun mulai terasa.
“Kami memantau dengan cermat perkembangan di Timur Tengah,” tegas IMF dalam pernyataannya.
“Sejauh ini, kami telah mengamati gangguan terhadap perdagangan dan aktivitas ekonomi, lonjakan harga energi, dan volatilitas di pasar keuangan.”
Artikel Terkait
DBS dan Mister Aladin Tawarkan Diskon hingga Rp250.000 untuk Liburan
Hakim Federal Batalkan Panggilan Paksa untuk The Fed, Sebut Tuduhan ke Jerome Powell Tak Berdasar
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik