JAKARTA Siasat bandar narkoba yang dijuluki 'The Doctor', Andre Fernando, untuk mencuci uang akhirnya terbongkar. Polisi menyebut modusnya rumit, melibatkan rekening orang lain dan transaksi yang dipecah-pecah. Sindikat yang dia kendalikan bersama Hendra Lukmanul Hakim ini berhasil menyamarkan aliran dana hingga ratusan miliar rupiah.
Menurut pengakuan pihak kepolisian, praktik pencucian uang itu memanfaatkan rekening milik pihak ketiga sebagai penampung. Tujuannya jelas: memutus jejak antara pembeli dan bandar. Cara ini membuat aliran uang hasil kejahatan sulit dilacak.
Brigjen Eko Hadi Santoso dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membeberkan fakta mengejutkan. Dari empat rekening utama yang ditelusuri, perputaran uangnya sangat besar, mencapai angka yang fantastis.
“Total keseluruhan arus masuk pada empat rekening penampung utama yang ditelusuri Bareskrim tercatat menyentuh angka Rp124 M dari total 2.134 transaksi,”
kata Eko dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Lalu, bagaimana caranya mendapatkan rekening orang lain? Sindikat ini ternyata aktif merekrut. Mereka mencari orang-orang yang bersedia menyerahkan akses rekening bank mereka dengan imbalan sejumlah uang. Salah satu contohnya adalah seorang perempuan berinisial L asal Bekasi.
“Tersangka L direkrut dengan imbalan Rp1 juta untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya,”
ujar Eko. Rekening L itu kemudian mencatat transaksi yang luar biasa besarnya.
Namun begitu, itu belum semuanya. Agar tidak mencurigakan sistem keuangan, mereka pakai teknik structuring. Intinya, uang yang besar dipecah jadi transaksi-transaksi kecil. Polanya kentara dari transaksi berulang senilai Rp99 juta yang dilakukan sampai ratusan kali. Modus yang persis juga diterapkan pada rekening milik DEH, seorang perempuan asal Tasikmalaya.
“DEH yang terdesak kebutuhan ekonomi bersedia menyerahkan KTP miliknya untuk didaftarkan rekening secara online oleh orang yang baru dikenalnya dengan imbalan tunai sebesar Rp2 juta,”
tuturnya.
Di sisi lain, ada juga rekening yang dipakai lebih langsung. Rekening milik TZR, misalnya, digunakan oleh penyuplai sabu utama untuk menerima transfer dari perantara The Doctor. Bahkan, untuk memuluskan aksinya, sindikat ini tak segan membeli rekening yang sudah siap pakai. Harganya? Lima juta rupiah, lengkap dengan kartu ATM, kartu perdana, dan sebuah ponsel.
“Total arus dana masuk di rekening ini berjumlah Rp3,9 miliar dari 108 transaksi. Rekening ini dibeli oleh sindikat dengan harga Rp5.000.000,”
katanya menerangkan. Dari sini terlihat, jaringan mereka sangat terorganisir dan memanfaatkan celah dengan cerdik meski untuk tujuan yang keliru.
Artikel Terkait
Infrastruktur Utama Pulau Sumeta Pulih, Fokus Beralih ke Aceh
Juru Bicara Bantah JK Emosional, Tegaskan Pernyataan untuk Luruskan Sejarah
Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat, 5 Pelaku Diamankan
Pedagang Kopi Gendong Viral di Dieng, Sajikan Minuman Praktis dari Dispenser Portable