Semua temuan itu jelas melanggar aturan Minerba dan hukum pelayaran yang berlaku. Untuk itu, TNI AL memutuskan mengawal kedua kapal tersebut menuju Lanal Kendari. Di sana, pemeriksaan lebih mendalam akan dilakukan sebelum penindakan hukum dijalankan.
Di sisi lain, komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim kembali ditegaskan. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan kerap menekankan pentingnya memastikan setiap kegiatan pengangkutan hasil tambang berjalan sesuai aturan.
Isu yang sama juga disoroti oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Saat menghadiri latihan TNI di Morowali pekan lalu, dia menyebut ada “anomali regulasi” yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi negara.
Sjafrie menegaskan, negara tak akan tinggal diam melihat kegiatan ilegal yang menggerogoti kekayaan nasional. Dia bahkan menyoroti kabar yang beredar tentang pengangkutan hasil tambang melalui pesawat di Morowali.
Usai latihan militer tersebut, Sjafrie berjanji akan melaporkan seluruh temuan dan evaluasinya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu sekaligus menyiratkan tekadnya untuk mengontrol lalu lintas barang dan penumpang di Bandara IMIP yang untuk pertama kalinya dijadikan lokasi latihan militer.
Artikel Terkait
OJK dan Pemerintah Inggris Bentuk Kelompok Kerja Strategis untuk Pembiayaan Iklim
IMF Desak AS Kurangi Pembatasan Perdagangan demi Stabilitas Global
KAI Ingatkan Batas Ukuran dan Tarif Kelebihan Bagasi Kereta Jelang Mudik
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera