Berangkat dari situ, maka wajar, kata Mahfud, jika masyarakat berasumsi tentang politik dinasti. Bahkan, lembaga hukum kini dijadikan bahan cemooh. “Sehingga timbul (istilah) Mahkamah Kakak, Mahkamah Anak, Menangkan Kakak, MK Menangkan Adik,” ucap mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan pada kabinet Jokowi itu.
Mahfud MD sendiri mengaku bingung untuk memperbaiki permasalahan hukum itu sendiri. Mahfud berujar sudah bertanya kepada para ahli hukum untuk mencari solusinya, tapi belum menemukan cara.
Ia berharap, pada pemerintahan berikutnya yang akan dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto penegakan hukum dapat lebih baik. “Mudah-mudahan, nanti kalau sudah dilantik Pak Prabowo melakukan perubahan-perubahan yang bagus. Karena (perubahan) ini akan membantu bagi pemerintah kalau hukum itu ditegakkan dengan benar,” kata dia.
Sumber: msn
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup, Istana Bantah Isu Konsolidasi Oposisi
Said Didu Bongkar Pembicaraan Empat Jam dengan Prabowo: Kami Bukan Ternak Siapa-siapa
Jokowi Pacu PSI, Siapkan Dinasti Politik Lewat Dua Anak
Dokter Tifa Soroti Penampilan Jokowi di Rakernas PSI: Playing Victim di Balik Kondisi Fisik?