Ledakan AI & Keputusan The Fed: Bursa Asia Cetak Rekor Baru, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:55 WIB
Ledakan AI & Keputusan The Fed: Bursa Asia Cetak Rekor Baru, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Bursa Asia Menguat Didorong Sentimen AI dan Ekspektasi The Fed

Bursa saham Asia menunjukkan penguatan pada Rabu (29/10/2025), melanjutkan tren positif dari Wall Street yang didorong oleh optimisme sektor kecerdasan buatan (AI). Investor global memusatkan perhatian pada dua faktor kunci: keputusan suku bunga Federal Reserve dan laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa.

Wall Street Cetak Rekor, Nvidia dan Microsoft Pacu Optimisme AI

Indeks saham di Wall Street ditutup pada level tertinggi sepanjang masa setelah dua pengumuman strategis. Nvidia mengamankan pesanan chip AI senilai USD 500 miliar dan rencana pembangunan tujuh superkomputer untuk Departemen Energi AS. Sementara Microsoft mengukuhkan kepemilikan 27% saham di OpenAI melalui kesepakatan transformasi yang memungkinkan OpenAI menjadi perusahaan publik.

Bursa Asia Merespons Positif, Nikkei Jepang Tembus Rekor Baru

Gelombang optimisme teknologi turut mengangkat pasar Asia. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,16%, sementara Nikkei Jepang melonjak lebih dari 1% hingga mencetak rekor sejarah. Kospi Korea Selatan juga mencatat level tertinggi sepanjang masa, didukung kinerja kuat SK Hynix sebagai pemasok utama Nvidia.

Laporan Keuangan Big Tech dan Kebijakan The Fed Jadi Fokus Utama

Tiga raksasa teknologi Microsoft, Alphabet, dan Meta dijadwalkan merilis laporan kuartalan pada Rabu malam waktu AS. Pasar memiliki ekspektasi tinggi terhadap kemampuan perusahaan-perusahaan ini membuktikan monetisasi AI yang berkelanjutan.

Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi Saxo, menegaskan: "Investor membutuhkan bukti konkret bahwa permintaan AI meluas melampaui fase awal. Hasil laporan ini akan menentukan apakah euforia AI berpotensi menjadi gelembung."

Secara paralel, seluruh pasar keuangan menanti keputusan suku bunga The Fed yang diprediksi akan memangkas 25 basis poin. Perhatian juga tertuju pada potensi penghentian kebijakan pengetatan kuantitatif (QT), yang jika diumumkan akan ditafsirkan sebagai sinyal dovish dan mendukung likuiditas pasar.

Imbal hasil obligasi AS tetap stabil dengan yield 10 tahun di 3,9814% karena investor menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS untuk bulan Desember mendatang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar