Suite Class KAI Meledak: Penumpang Naik Hampir 90% dalam Dua Tahun

- Rabu, 04 Februari 2026 | 00:30 WIB
Suite Class KAI Meledak: Penumpang Naik Hampir 90% dalam Dua Tahun

Lonjakan signifikan terjadi pada layanan kereta premium PT KAI di awal tahun 2026. Fasilitas Suite Class Compartment mereka berhasil menarik 4.273 pelanggan sepanjang Januari. Angka itu tak main-main, karena melonjak 74,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 2.454 orang.

Namun begitu, jika ditarik lebih jauh ke belakang, pertumbuhannya justru lebih dramatis. Dibandingkan Januari 2024 dengan 2.255 pelanggan, kenaikannya mencapai 89,5%. Artinya, minat masyarakat terhadap layanan ini terus meroket dalam dua tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, melihat tren ini sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, ini menunjukkan akselerasi minat yang konsisten terhadap kereta api premium untuk perjalanan jarak jauh.

"Pelanggan semakin mempertimbangkan kenyamanan personal, privasi, dan kualitas layanan sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan, terutama pada relasi antarkota dengan durasi tempuh panjang," ujar Anne dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Layanan yang pertama kali dioperasikan dari Stasiun Gambir pada Oktober 2023 ini memang dirancang untuk eksklusivitas. Satu rangkaian kereta hanya menyediakan 16 ruang privat. Di dalamnya, penumpang bisa menemukan kursi yang bisa direbahkan sepenuhnya, lengkap dengan fitur pijat dan penghangat. Ditambah lagi dengan pintu geser otomatis, hiburan layar, dan tentu saja, layanan makanan lengkap selama perjalanan.

Untuk saat ini, Suite Class Compartment hanya beroperasi di tiga rute strategis: KA Bima dan Argo Semeru (Gambir–Surabaya Gubeng pulang-pergi), serta KA Argo Bromo Anggrek (Gambir–Surabaya Pasar Turi pulang-pergi. Rute-rute ini memang dikenal padat, tak hanya untuk urusan bisnis, tapi juga perjalanan keluarga dan wisata.

Nah, dari sisi pariwisata, peningkatan ini sejalan dengan data BPS 2025 yang mencatat mobilitas wisatawan nusantara yang terus naik. Koridor Jakarta–Jawa Timur, tempat ketiga kereta itu melintas, adalah penghubung utama untuk menuju destinasi budaya, kuliner, hingga acara-acara MICE. Keberadaan kereta premium seperti ini jelas memperkuat konektivitas dan mendukung pemerataan arus wisatawan.

Dampak ekonominya juga terasa. Kinerja layanan ini mencerminkan permintaan yang terjaga dari segmen menengah atas, sekaligus meningkatkan nilai tambah di sektor transportasi. Setiap pergerakan pelanggannya punya efek berantai menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung lain di kota tujuan. Hal kecil yang berperan besar menjaga dinamika ekonomi regional.

Anne Purba menambahkan, KAI tak berhenti memantau pola permintaan ini. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengembangan layanan ke depannya.

“Suite Class Compartment menjadi bagian dari strategi KAI dalam menghadirkan diferensiasi layanan dan memperkuat posisi kereta api sebagai moda pilihan untuk perjalanan jarak jauh dengan standar kenyamanan yang tinggi,” katanya.

Dhera Arizona

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar