Meski sudah lengser dari kursi presiden, Joko Widodo atau Jokowi ternyata belum punya niat untuk benar-benar mundur. Gaya mainnya justru kian terang benderang. Kini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jadi kendaraan barunya.
Dua langkah politiknya itu blak-blakan. Tak cuma lewat Gibran, anak sulungnya yang sudah mendarat di posisi strategis. Dukungannya juga mengalir deras ke PSI, partai yang kini dipegang putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Semuanya serba terang-terangan.
Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, pola ini punya satu tujuan yang jelas.
"Melalui dua event besar politik ini, bisa jadi Jokowi ingin memperkuat dinasti politiknya di kancah nasional," ujarnya kepada RMOL, Minggu lalu.
Jamiluddin lalu membeberkan logikanya. Posisi Kaesang bakal jauh lebih kuat kalau PSI berhasil melesat masuk ke Senayan. Itu sebabnya, Jokowi diprediksi bakal kerja keras banget buat bawa partai itu menang Pemilu 2029.
"Kekuatan PSI dengan Kaesang akan menopang dinasti politik yang dibangun Jokowi," katanya.
Di sisi lain, ambisi yang serupa juga ditujukan untuk Gibran. Jokowi diyakini akan berupaya mempertahankan pasangan Gibran-Prabowo di Pilpres 2029 nanti.
Kalau itu berhasil, jalannya jadi lebih mulus. Jamiluddin menutup analisisnya dengan satu poin penting.
"Kalau Gibran bisa tetap mendampingi Prabowo pada 2029 tentu memudahkan Jokowi untuk mengantarkan anaknya menjadi presiden pada Pilpres 2034," pungkasnya.
Jadi, pertarungan lima tahun ke depan bukan cuma soal siapa yang memimpin. Tapi juga tentang bagaimana sebuah dinasti politik dikokohkan, langkah demi langkah.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Soroti Penampilan Jokowi di Rakernas PSI: Playing Victim di Balik Kondisi Fisik?
Malam Rahasia di Kertanegara: Siapa Saja Tamu Prabowo yang Dibahas Hingga Larut?
Praktisi Hukum Soroti Pernyataan Gatot Nurmantyo yang Dinilai Adu Domba Presiden dan Kapolri
Janji Pulang Kampung Jokowi Ternyata Cuma Angin Lalu