"Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan. Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK," tutur Fitri.
Hidup Susah Pasca Perceraian
Dua bulan setelah diceraikan, Fitri harus bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan minuman seharga seribu rupiah di depan rumahnya. Dari penghasilan sederhana itu, ia masih harus mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya yang masih kecil.
Mediasi Gagal dan Dukungan dari Organisasi Perempuan
Fitri dan suaminya telah melakukan mediasi disaksikan orang tua dan Kepala Desa, namun sang suami tetap bersikeras untuk menceraikannya. Bahkan terungkap bahwa suaminya sudah ingin menceraikannya sejak lama.
Kasus ini mendapat perhatian dari Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Germas PPA). Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rica Parlina, menyatakan kesiapan memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada Fitri dan anak-anaknya.
"Kami akan berjuang bersama AMSA dan pihak terkait agar suami Ibu Fitri mendapat pelajaran yang setimpal. Kami ingin memastikan Ibu Fitri dan anak-anaknya mendapatkan keadilan dan perlindungan," ujar Rica Parlina.
Penutup: Tekad Seorang Perempuan Kuat
Meski mengalami pengkhianatan, Fitri menegaskan tidak akan kembali jika suatu hari suaminya ingin rujuk. Ia berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya menghargai perjuangan seorang istri.
"Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang," tegas Fitri.
Artikel Terkait
Purbaya Santai Hadapi Peringatan: Saya Tak Pernah Terima Duit
Duka di Cisarua: Dua Polisi Gugur Ditabrak Truk Saat Menuju Lokasi Bencana
Linggis Mana Linggis!: Teriakan Gubernur di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua
Dedi Mulyadi Serukan Salat Gaib dan Salurkan Santunan untuk Korban Longsor Cisarua