"Sudah saatnya kita berintrospeksi diri," tegas Dedi. "Untuk merubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam menjadi bahan eksploitasi kita tanpa mempertimbangkan keharmonian hidup."
"Masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapapun tanpa melihat latar belakang kehidupannya," tambahnya.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menyampaikan duka yang mendalam untuk korban longsor di Cisarua dan daerah lain di Jawa Barat. Harapannya sederhana tapi berat: "Semoga kita menjadi manusia yang tersadarkan."
[Foto: Kondisi lokasi longsor di Cisarua]
Lokasi terdampak longsor di Kampung Pasir Kuning, Cisarua.
Pernyataan sang gubernur ini langsung mendapat sorotan. Di kolom komentar, banyak warganet yang menyampaikan dukungan dan doa.
Beberapa tanggapan warganet:
"Semoga di beri ketabahan dan kesabaran," tulis seorang netizen.
"Semoga para pejabat lain bisa mendengar apa yg disampaikan wa nded," komentar yang lain, berharap pesan ini sampai ke telinga yang lebih luas.
Ada pula yang merenung, "Introspeksi diri alam di rusak, karna manusianya sudah rusak ahlaknya, maka alam pun memurnikan dan meleburkan itu semua."
Bencana di Cisarua memang meninggalkan luka. Tapi di balik reruntuhan tanah dan duka, ada peringatan yang terasa lebih keras dari gemuruh longsor: bahwa sikap kita terhadap alam menentukan nasib kita sendiri. Momentum untuk berbenah, kata Dedi, tak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Longsor Cisarua Tewaskan Empat Marinir, 19 Personel Masih Dicari
Korban Terseret 200 Meter, Sopir Angkot Kabur di Tengah Hujan Deras Puncak
Dedi Mulyadi Bantah Rumah Panggung Bantuan Ikut Tenggelam: Itu Cuma Ilusi Kamera
Fuji Laporkan Staf Admin, Dugaan Penyelewengan Dana Endorse Capai Miliaran