Menurut penjelasannya, sang anggota polisi itu panik. Tabrakan pertama terjadi di daerah pajak lama, kemungkinan hanya senggolan. Tapi karena ketakutan dikejar, dia memilih untuk lari. Pilihan itulah yang berujung petaka.
Dia terus melaju, dan tabrakan berikutnya pun terjadi di tempat lain. Total, empat motor menjadi korban dalam aksi kaburnya itu. Rasa paniknya, alih-alih mereda, justru memicu rentetan kejadian yang berakhir dengan kejaran massa yang murka.
Di sisi lain, situasi berhasil diredam. Pelaku diamankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Proses penyelesaian pun diambil.
Anggota polisi yang bersangkutan telah mendatangi para korban. Mereka memilih jalur musyawarah, berdamai, ketimbang berpanjang-panjang di ranah hukum. Semua selesai secara kekeluargaan.
Meski begitu, peristiwa ini jelas meninggalkan catatan. Sebuah ironi yang pahit, di mana seorang aparat yang seharusnya menjadi contoh justru membuat keputusan ceroboh di tengah jalan. Kepanikan yang berujung pada pelanggaran, dan nyaris memicu kerusuhan. Sebuah pelajaran mahal untuk semua.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor