Menurut penjelasannya, sang anggota polisi itu panik. Tabrakan pertama terjadi di daerah pajak lama, kemungkinan hanya senggolan. Tapi karena ketakutan dikejar, dia memilih untuk lari. Pilihan itulah yang berujung petaka.
Dia terus melaju, dan tabrakan berikutnya pun terjadi di tempat lain. Total, empat motor menjadi korban dalam aksi kaburnya itu. Rasa paniknya, alih-alih mereda, justru memicu rentetan kejadian yang berakhir dengan kejaran massa yang murka.
Di sisi lain, situasi berhasil diredam. Pelaku diamankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Proses penyelesaian pun diambil.
Anggota polisi yang bersangkutan telah mendatangi para korban. Mereka memilih jalur musyawarah, berdamai, ketimbang berpanjang-panjang di ranah hukum. Semua selesai secara kekeluargaan.
Meski begitu, peristiwa ini jelas meninggalkan catatan. Sebuah ironi yang pahit, di mana seorang aparat yang seharusnya menjadi contoh justru membuat keputusan ceroboh di tengah jalan. Kepanikan yang berujung pada pelanggaran, dan nyaris memicu kerusuhan. Sebuah pelajaran mahal untuk semua.
Artikel Terkait
Polisi Deli Serdang Dibekuk Usai Gasak Motor Rekan Saat Salat
Petugas Kemenhub Bantah Pungli, Video Tuduhan ke Relawan Bantuan Aceh Jadi Sorotan
Ayah Prada Lucky Diamankan di Pelabuhan, Istri Laporkan KDRT
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit