Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung

- Jumat, 27 Februari 2026 | 20:10 WIB
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung

Depok punya rencana baru untuk mengatasi persoalan sampahnya. Pemerintah kota berencana membangun sebuah pabrik pengolahan sampah di TPA Cipayung. Nantinya, fasilitas ini bakal mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap harinya.

Kalau berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan bisa meringankan beban TPA Cipayung yang sudah menanggung beban berat. Di sisi lain, ini juga jadi langkah untuk mengurangi ketergantungan Depok pada TPPAS Nambo.

Reninya, Plt Kepala DLHK Kota Depok, bilang kalau proses kerja sama dengan calon mitra masih terus berjalan. Mereka sedang menggodok detailnya.

"Untuk PT BSA, MoU-nya sudah ada. Sekarang kami fokus menyelesaikan drafting Perjanjian Kerja Sama atau PKS," jelas Reni Siti Nuraeni.

Menurutnya, penyusunan PKS ini dikerjakan bersamaan dengan berbagai urusan administrasi lain. Mereka juga mesti berkonsultasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup soal alat yang akan dipakai nanti.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemendagri terkait substansi KSDPKC. Tim kami sudah ke sana," ujarnya.

"Tak kalah penting, kami butuh penguatan dari KLH terkait alat yang digunakan, apalagi ini menyangkut urusan ekspor," tambah Reni.

Tak cuma itu, DLHK juga sedang mempersiapkan surat untuk DPRD. Mereka bahkan melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia untuk menghitung ulang skema pembiayaan dan menilai kelayakan angka tipping fee yang diajukan calon mitra. "Kita perlu pastikan angkanya pas, tidak kebesaran atau kekecilan," katanya.

Soal waktu, Reni sudah punya target yang cukup ketat. Dia memperkirakan peletakan batu pertama bisa dilakukan awal Mei mendatang.

"Target kami PKS selesai di akhir Februari ini. Groundbreaking-nya rencananya setelah Lebaran. Karena bangunannya seperti hanggar, prosesnya relatif cepat. Kalau mulai Mei, enam bulan berarti Oktober sudah selesai," paparnya.

Dengan skema itu, uji coba operasi direncanakan mulai tahun ini. Namun untuk operasional penuh, baru ditargetkan tahun depan.

"Tahun depan baru operasional maksimal. Tahun ini kita uji coba dulu. Kami ingin lebih hati-hati dan komprehensif. Jangan sampai karena dikejar target, malah ada aspek penting yang terlewat," tutup Reni menegaskan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar