Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong para kepala daerah di Sulawesi untuk memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas politik, keamanan, dan sosial. Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama yang harus kokoh agar pembangunan ekonomi di kawasan ini dapat berjalan optimal.
Pernyataan itu disampaikan Tito dalam kegiatan Silaturahmi dan Arahan Bersama yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Acara berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (30/5/2026).
"Semua masalah hampir semuanya bisa selesai, baik masalah keamanan dan lain-lain termasuk juga program-program dari Presiden, pemerintah pusat atau program-programnya kepala daerah bisa dieksekusi baik kalau seandainya ada kekompakan," ujar Mendagri di hadapan para peserta.
Menurut Tito, Sulawesi memiliki posisi geografis yang strategis sebagai penghubung antara Indonesia bagian barat dan timur. Ditambah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, wilayah ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong percepatan pemerataan ekonomi nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika stabilitas keamanan dan politik terus terjaga.
"Pembangunan tidak akan berjalan tanpa situasi yang aman dan kondusif," tegasnya.
Ia menekankan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur Forkopimda, menurutnya, memiliki peran yang sama pentingnya dalam merawat situasi kondusif di masing-masing wilayah.
"Keamanan perlu dirawat. Kesehatan enggak datang tiba-tiba, keamanan enggak datang tiba-tiba. Betapa mahalnya sehat setelah kita sakit, betapa mahalnya aman setelah tidak aman," kata Tito.
Mendagri juga mengingatkan bahwa pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi merupakan pelajaran berharga. Situasi tersebut menunjukkan betapa mahalnya harga sebuah keamanan yang hilang. Karena itu, ia mendorong seluruh unsur Forkopimda untuk mempererat hubungan dan komunikasi, baik melalui pertemuan rutin maupun kegiatan informal.
Di sisi lain, Tito meminta para kepala daerah untuk mengaktifkan kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Berdasarkan pengalaman penanganan konflik di berbagai daerah, FKUB terbukti memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik berlatar belakang agama agar tidak berkembang menjadi gangguan sosial yang lebih luas.
Artikel Terkait
Rita Sahara Raup Omzet Rp50 Juta per Bulan Berkat Pinjaman KUR BRI untuk Kafe Lesehan di Bogor
Proses Perbaikan Jalan Ambles Lenteng Agung Dikebut, Lalu Lintas Ditargetkan Normal Tiga Hari
Mendagri Tito Desak Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Demi Stabilitas dan Pembangunan
Trump Sehat Prima, Dokter Anjurkan Diet Ketat dan Turunkan Berat Badan