Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Dikebut dengan Anggaran Rp380 Juta, Ditargetkan Rampung Dua Pekan

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:55 WIB
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Dikebut dengan Anggaran Rp380 Juta, Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Perbaikan jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terus dikebut oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) setempat dengan anggaran mencapai Rp380 juta. Anggaran tersebut mencakup seluruh rangkaian proses perbaikan yang ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek ini dibagi menjadi dua tahap strategis. Tahap pertama berfokus pada perbaikan jalur inti atau badan jalan yang ditargetkan selesai dalam tiga hari agar arus lalu lintas dapat kembali normal. Sementara itu, tahap kedua merupakan penyelesaian area pinggir jalan.

“Untuk yang induknya (badan jalan) kita kejar dalam waktu tiga hari ini. Supaya lalu lintas sudah clear-lah, sudah nggak macet lagi istilahnya. Senin sudah bisa dilalui kendaraan normal,” ujar Santo saat ditemui di lokasi perbaikan, Sabtu (30/5/2026).

Pada hari ini, pihaknya menargetkan pemasangan sepuluh box culvert yang berfungsi mengalirkan air dari saluran penghubung Universitas Indonesia menuju Sungai Ciliwung. Pemilihan material ini dinilai tepat untuk mempercepat pengerjaan di area jalan utama yang menjadi prioritas.

“Kita utamakan sekitar 10 meter ini harus selesai malam ini. Perkerasan jalan itu lebarnya 8,5 meter, nanti total dengan kanan kirinya 10 meter. Kita pakai beton rigid, itu nanti umur betonnya 8 jam sudah bisa dilewati,” jelas Santo.

Di sisi lain, untuk area pinggir jalan, petugas akan memasang turap batu kali secara manual. Metode ini dipilih karena banyaknya utilitas berupa kabel dan tiang yang berada di lokasi tersebut.

Salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan ini, menurut Santo, adalah kondisi lalu lintas di Lenteng Agung yang sangat padat. Kepadatan tersebut membatasi ruang gerak petugas dan alat berat di lapangan.

“Yang pertama jelas kemacetan. Arus lalu lintasnya terlalu padat. Kalau seandainya bisa ditutup total, itu kita lebih leluasa untuk mengerjakannya, bisa lebih cepat lagi,” imbuhnya.

Meskipun menghadapi keterbatasan ruang dan waktu, Santo memastikan perbaikan akan terus dikebut semaksimal mungkin. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan, atas kemacetan yang terjadi akibat proyek perbaikan ini.

“Saya mohon maaf kepada pengguna jalan, kepada khususnya para pengendara ya, termasuk warga sekeliling sini. Mohon maaf ada terjadinya kemacetan karena ada kegiatan pembuatan crossing, perbaikan crossing,” ucapnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar