AS Tangkap Dua Orang yang Disebut Keluarga Soleimani, Iran Bantah Keterkaitan

- Minggu, 05 April 2026 | 11:45 WIB
AS Tangkap Dua Orang yang Disebut Keluarga Soleimani, Iran Bantah Keterkaitan

Kabar datang dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penangkapan dua orang yang disebut-sebut sebagai anggota keluarga mendiang Jenderal Iran, Qassem Soleimani. Penangkapan ini dilakukan setelah status penduduk tetap mereka dicabut. Menurut Departemen Luar Negeri AS, operasi itu berlangsung kemarin malam.

“Semalam, keponakan dan keponakan buyut dari mendiang Mayor Jenderal Qassem Soleimani ditangkap oleh agen federal,” bunyi pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (5/4/2026).

Pencabutan izin tinggal itu sendiri dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Dua orang yang ditahan adalah Hamideh Soleimani Afshar, disebut sebagai keponakan Soleimani, dan putrinya yang namanya tidak diungkap. Saat ini, keduanya dikabarkan telah menjadi tahanan di bawah pengawasan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Pihak AS tidak memberi keterangan lebih lanjut soal lokasi penahanan mereka.

Namun begitu, kabar dari AS ini langsung dibantah keras dari Teheran.

Melalui kantor berita Fars, Zeinab Soleimani, putri mendiang jenderal, menyebut klaim Washington itu sebagai kebohongan belaka. “Orang-orang yang ditangkap di Amerika Serikat tidak memiliki hubungan dengan keluarga kami,” tegasnya.

Bantahan serupa disampaikan Narjes Soleimani, saudara Zeinab yang juga anggota Dewan Kota Teheran. Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, ia dengan lugas menyatakan, “Hingga hari ini, tidak ada anggota keluarga maupun kerabat Syahid Soleimani yang tinggal di Amerika Serikat.”

Sampai berita ini diturunkan, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi mengenai kontroversi ini.

Qassem Soleimani, komandan legendaris Korps Garda Revolusi Iran itu, tewas di Baghdad pada awal 2020. Serangan drone AS yang mematikan itu terjadi di masa pemerintahan Donald Trump, menghentak dunia dan memicu ketegangan luar biasa antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataannya, pemerintah AS memberikan alasan pencabutan izin tinggal. Mereka menyebut Hamideh Soleimani Afshar adalah pendukung vokal rezim Iran. “Dia telah memuji Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan mengecam Amerika sebagai ‘Setan Besar’,” demikian isi pernyataan Departemen Luar Negeri.

Tak hanya itu, suami Afshar juga dilarang masuk ke AS.

Di sisi lain, ada nama lain yang disebut. Status hukum putri dan menantu Ali Larijani pejabat keamanan Iran yang tewas dalam serangan Israel Maret lalu juga dicabut. Keduanya dikabarkan sudah tidak berada di AS dan dilarang masuk kembali untuk selamanya.

Marco Rubio tampaknya ingin memberikan penekanan politik dari langkah ini. Melalui sebuah unggahan di media sosial, dia menulis, “Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara kita menjadi rumah bagi warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika.”

Pernyataan itu sekaligus menegaskan garis keras yang akan diambil dalam kebijakan imigrasi, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar