Kabar datang dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penangkapan dua orang yang disebut-sebut sebagai anggota keluarga mendiang Jenderal Iran, Qassem Soleimani. Penangkapan ini dilakukan setelah status penduduk tetap mereka dicabut. Menurut Departemen Luar Negeri AS, operasi itu berlangsung kemarin malam.
“Semalam, keponakan dan keponakan buyut dari mendiang Mayor Jenderal Qassem Soleimani ditangkap oleh agen federal,” bunyi pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (5/4/2026).
Pencabutan izin tinggal itu sendiri dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Dua orang yang ditahan adalah Hamideh Soleimani Afshar, disebut sebagai keponakan Soleimani, dan putrinya yang namanya tidak diungkap. Saat ini, keduanya dikabarkan telah menjadi tahanan di bawah pengawasan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Pihak AS tidak memberi keterangan lebih lanjut soal lokasi penahanan mereka.
Namun begitu, kabar dari AS ini langsung dibantah keras dari Teheran.
Melalui kantor berita Fars, Zeinab Soleimani, putri mendiang jenderal, menyebut klaim Washington itu sebagai kebohongan belaka. “Orang-orang yang ditangkap di Amerika Serikat tidak memiliki hubungan dengan keluarga kami,” tegasnya.
Bantahan serupa disampaikan Narjes Soleimani, saudara Zeinab yang juga anggota Dewan Kota Teheran. Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, ia dengan lugas menyatakan, “Hingga hari ini, tidak ada anggota keluarga maupun kerabat Syahid Soleimani yang tinggal di Amerika Serikat.”
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas