Massa Geruduk Rumah Wedding Organizer, 230 Pasangan Rugi Rp 16 Miliar

- Senin, 08 Desember 2025 | 13:30 WIB
Massa Geruduk Rumah Wedding Organizer, 230 Pasangan Rugi Rp 16 Miliar

Rumah pemilik wedding organizer itu digeruduk massa. Suasana mencekam, penuh teriakan. Diduga menipu ratusan pasangan di hari bahagia mereka, polisi kini turun tangan menyelidiki.

Gara-garanya, acara pernikahan yang seharusnya jadi momen indah justru berantakan. Seorang wanita berinisial AP, pemilik jasa wedding organizer (WO), dituding sebagai dalangnya. Ratusan pasangan di Jakarta merasa dikibuli. Menurut sejumlah saksi, janji manis di awal kontrak ternyata omong kosong belaka saat hari-H tiba.

Salah satu korban, Tamay (26), bercerita soal kekacauan yang dialaminya. “Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” ujarnya.

Bayangkan saja, pesta pernikahan tanpa makanan untuk tamu. Memalukan sekaligus menyakitkan. Tak heran, para korban yang awalnya tak saling kenal lantas bersatu di sebuah grup WhatsApp. Mereka berbagi cerita dan mencari keadilan.

Dugaan penipuan ini skalanya luar biasa. Sampai saat ini, korban yang terdata sudah sekitar 230 pasangan. Kerugian materialnya? Fantastis. Mencapai Rp 15 hingga 16 miliar.

“Tadi di jam 12.00 WIB kami mutusin hitung. Total kerugian yang udah kami coba buat 15-16 miliar,” jelas Tamay lagi.

Modusnya disebut-sebut klasik tapi efektif: menawarkan paket pernikahan dengan harga yang menggiurkan. Banyak yang tertarik, lalu memberikan uang muka. Namun begitu hari pelaksanaan tiba, layanan yang dijanjikan jauh dari kata memadai, bahkan tidak datang sama sekali. Owner WO dan tim marketingnya kini sudah diamankan di Mapolres Jakarta Utara untuk dimintai keterangan.

“Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketing-nya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” keluh Tamay.

Emosi pun akhirnya meledak. Minggu (7/12/2025) lalu, rumah AP di daerah Cipayung, Jakarta Timur, diserbu ratusan orang yang mengaku sebagai korban. Mereka demo, menuntut tanggung jawab. Suasana saat itu sungguh mencekam.

Kondisi para korban di lokasi pun memprihatinkan. Stres dan kecewa bercampur jadi satu. Tak sedikit yang pingsan atau drop karena tekanan yang mereka alami.

Seorang korban lain, yang akun Threads-nya bernama Jumiyy_, menggambarkan kepedihannya. “Ngerasain bgt tadi sedih liat Ibu-ibu korban pada pingsan, dan sekarang gue juga drop. Tadi juga ada beberapa korban masuk rs, ya Allah jahat banget lu Ayu bikin acara orang pada ancur,” tulisnya.

Jumiyy_ sendiri sudah mengeluarkan uang muka Rp 50 juta, separuh dari total paket yang dipesan. Kemarahannya juga tumpah di media sosial. “Sampe lupa makan gara-gara seharian ngurusin wo Ayu Puspita???? Heh tanggung jawab lu Ayu nasi tempong gue ampe dingin gue ga nafsu makan gara-gara udah DP 50 jt!!!,” tulisnya lagi. Unggahan-unggahan seperti ini yang kemudian membuat kasus ini viral.

Di sisi lain, polisi telah mengambil alih penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso, mengonfirmasi hal ini.

“Iya betul sekarang sedang kami tangani,” katanya singkat.

Kini, ratusan pasangan itu hanya bisa menunggu dan berharap proses hukum berjalan. Mereka ingin uang mereka kembali, tapi lebih dari itu, mereka ingin keadilan untuk hari bahagia yang dirusak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar