APPBI Proyeksikan Geliat Belanja di Mal Bertahan hingga Lebaran 2026

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB
APPBI Proyeksikan Geliat Belanja di Mal Bertahan hingga Lebaran 2026

Suasana di mal-mal tanah air belakangan ini memang terasa berbeda. Ramai. Pengunjung memadati lorong-lorong, dan antrean di kasir sepertinya jadi pemandangan yang lumrah. Nah, rupanya ini bukan sekadar kesan semata. Data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengonfirmasi geliat itu: angka penjualan di 414 pusat perbelanjaan menunjukkan tren naik yang cukup signifikan.

Menariknya, tren positif ini diproyeksikan bakal bertahan, setidaknya hingga periode Lebaran 2026 nanti. Optimisme itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja.

“Tetapi kalau hari Idulfitri kedua ini lebih kepada untuk liburan. Jadi tren pola belanjanya akan sedikit berubah. Kalau sekarang hampir semua kategori saya kira akan meningkat penjualannya,”

ujar Alphonzus dalam acara Opening Ceremony BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026) lalu.

Menurutnya, puncak penjualan akan terjadi pada minggu-minggu jelang mudik. Situasi ini diperkirakan masih berlanjut hingga minggu depan. Setelah itu, akan ada gelombang kunjungan lagi, tepatnya di hari Idulfitri kedua. Hanya saja, karakter belanjanya bergeser. Jika sebelumnya didominasi kebutuhan mudik dan kado Lebaran, di hari raya kedua justru belanja untuk makanan, minuman, dan hiburan yang akan lebih menonjol.

Di sisi lain, APPBI tak mau berhenti di situ. Mereka punya sejumlah program andalan untuk menjaga momentum. Usai Lebaran, masih ada program menarik seperti liburan sekolah di pertengahan tahun, lalu Indonesia Shopping Festival di Agustus. Tak ketinggalan, kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy pada September-Oktober.

Dengan rangkaian acara tersebut, Alphonzus dan APPBI tampaknya cukup yakin. Optimisme bahwa tren kenaikan penjualan ini bisa dipertahankan dalam beberapa bulan ke depan, bukanlah harapan kosong belaka.

Jadi, buat para pengelola mal dan pedagang, sepertinya masih ada angin segar yang bisa dinikmati. Geliat konsumen, setidaknya untuk sementara waktu, masih akan menghangatkan suasana bisnis ritel.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar