Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu (9/8/2026) malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu teramati setinggi 800 meter di atas puncak, mengarah ke utara.
Dalam laporan tertulisnya, PVMBG menyebutkan erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 2 menit 5 detik. Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Menyikapi aktivitas vulkanik yang meningkat, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG meminta agar tidak ada aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Artikel Terkait
Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Membubung 800 Meter
PVMBG Pastikan Longsor di Tebing Kawah Kelimutu Tak Terkait Aktivitas Vulkanik
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1 Kilometer