Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitasnya dengan erupsi yang terjadi dua kali pada Minggu (16/8). Erupsi pertama tercatat pada pukul 09.12 WIB, diikuti oleh letusan kedua pada pukul 17.06 WIB. Kolom abu dari erupsi kedua terlihat tebal membubung dari mulut gunung, meski tidak disertai suara letusan.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama menghasilkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak, atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza, mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pukul 09.12 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut," kata Faresha saat dikonfirmasi pada Minggu (16/8).
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi sempat normal sebelum erupsi kedua terjadi. Pada pukul 17.06 WIB, kolom abu tiba-tiba keluar dan membubung tebal. Muntahan kolom abu terjadi dua kali, kemudian berlanjut dengan keluarnya abu tipis-tipis. Kapal wisatawan yang berlayar di sekitar gunung dilarang mendekat dan diimbau segera menjauh.
Berdasarkan pengamatan periode 06.00–12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami satu kali gempa letusan dengan amplitudo 43 milimeter dan durasi 59 detik. Aktivitas kegempaan didominasi oleh tremor menerus dengan amplitudo berkisar 5–30 milimeter, dominan 10 milimeter.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah utama berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal, membubung setinggi 30–200 meter dari puncak. Kolom abu hasil erupsi berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang sampai tebal, bergerak ke arah barat daya dan barat.
Kondisi cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara berkisar 27,6–31,3 derajat Celsius, kelembapan 68–82 persen, dan ombak laut dilaporkan tenang.
Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. BPBD Lampung mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter
Polda Metro Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan
Anak Pejabat Dinas Sosial Lampung Diduga Aniaya Pacar di Bandung
Jalan Rusak Hambat Perjalanan, Ibu di Way Kanan Melahirkan di Dalam Mobil