Pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh pembiasaan sejak usia dini, dengan keteladanan dari orang tua di rumah dan para pendidik di sekolah.
Hal itu ditegaskan oleh Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, saat menghadiri kegiatan Gerakan Makan Tanpa Drama dan Senam Bersama Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi Kalbe Consumer Health melalui Sakatonik ABC bersama IGTKI Provinsi Lampung. Dalam suasana penuh keceriaan dan antusiasme ribuan anak TK, ia menyampaikan pentingnya peran aktif orang tua dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat, aktif, dan bahagia.
"Hari ini kita semua berkumpul, bukan cuma untuk olahraga sama-sama, atau senang-senang, tetapi juga untuk membangun, membiasakan anak-anak kita untuk terus gerak. Kalau istilahnya sekarang, jangan mager, jangan males gerak ya," ujarnya di Lapangan Korpri, Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).
Ia menggarisbawahi bahwa membiasakan anak-anak aktif bergerak merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Para guru dan orang tua diminta konsisten mengajak anak berolahraga melalui kegiatan yang menyenangkan seperti senam dan jalan sehat. "Kegiatan senam bersama ini merupakan salah satu usaha kita bersama IGTKI untuk selalu mengajak anak-anak tersayangnya rutin berolahraga di TK masing-masing, mulai dari senam dan jalan sehat," imbuhnya.
Namun, sebelum memulai aktivitas fisik, kesiapan fisik anak harus selalu diperhatikan. Pastikan anak telah mendapatkan makanan bergizi, asupan nutrisi yang baik, dan waktu istirahat yang memadai adalah syarat mutlak sebelum diajak beraktivitas.
Menurutnya, bapak dan ibu guru serta orang tua memegang peranan kunci dalam mengawal masa keemasan atau golden age anak. Kesadaran hidup sehat harus dipupuk dari lingkungan keluarga dan sekolah sejak dini. "Masa usia dini adalah fondasi utama tumbuh kembang anak. Pembinaan kesehatan dan karakter tidak dimulai saat mereka masuk SMP, tetapi justru dipupuk sejak usia TK dari dalam rumah dan sekolah," tambahnya.
Selain aktivitas fisik, ia juga menekankan pentingnya aspek nutrisi dan pola tidur. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat membantu terpenuhinya gizi anak-anak usia dini di sekolah. Namun, keberhasilan tumbuh kembang anak memerlukan keseimbangan di seluruh aspek kehidupan sehari-hari. "Kunci utamanya adalah keseimbangan. Makan, tidur, bermain, dan belajar semuanya harus seimbang," jelasnya.
Terakhir, ia memberikan apresiasi kepada seluruh guru TK dan tenaga pendidik se-Provinsi Lampung yang telah mendidik dengan penuh kesabaran. Ia berpesan agar pendekatan dalam mendidik anak usia dini selalu mengedepankan kelembutan dan rasa kasih sayang. "Batin Wulan pastinya sangat berterima kasih kepada seluruh guru TK di Provinsi Lampung yang telah mendidik anak-anak usia dini, yang telah menjaga dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak TK. Tentunya anak-anak kita tidak bisa lagi kita mendidik dengan secara keras. Anak-anak harus kita dididik dengan lemah lembut," pungkasnya.
Sementara itu, Kalbe Consumer Health melalui brand Sakatonik ABC Curcuma Madu terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia, kesiapan nutrisi anak sejak dini menjadi kunci utama lahirnya generasi yang sehat dan cerdas.
Head of Vitamin Category Kalbe Consumer Health Revi Octaria menjelaskan bahwa pemenuhan nutrisi optimal berawal dari asupan makanan harian anak. Namun, persoalan anak yang sulit makan atau GTM sering kali menjadi kendala utama para ibu. "Kita tahu bahwa 2045 itu ada generasi emas ya, 2045 usia kemerdekaan udah 100 tahun, gimana caranya dari Sakatonik ABC men-support generasi yang akan datang dari segi nutrisi, nutrisi itu kan juga yang pasti utamanya dari makan yang dimakan," ujar Revi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Sakatonik ABC mengusung kampanye Gerakan Makan Tanpa Drama. Melalui kegiatan ini, pihaknya memperkenalkan solusi praktis penambah nafsu makan dalam bentuk tablet hisap yang menjadi inovasi pertama di kategorinya. "Kalau misalkan asupan makan terhambat karena anak-anak gak nafsu makan, Sakatonik ABC Curcuma Madu ini datang sebagai solusi agar anak memiliki nafsu makan yang baik sehingga tidak ada drama (makan) antara ibu dan anak," jelasnya.
Artikel Terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 200 Meter
Polda Metro Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan
Anak Pejabat Dinas Sosial Lampung Diduga Aniaya Pacar di Bandung
Jalan Rusak Hambat Perjalanan, Ibu di Way Kanan Melahirkan di Dalam Mobil