Selepas jeda, upaya bangkit memang dilakukan. Tapi ritme sudah di tangan China. Serangan Liu/Tan makin solid, akurat, dan sulit dibendung. Gim pertama pun ditutup dengan skor telak 21-10. Momentum yang sempat dibangun di awal, hilang begitu saja.
Memasuki gim kedua, ada sedikit perubahan taktik. Duet Indonesia ini mencoba bermain lebih ofensif lagi, memaksa pertukaran pukulan yang lebih ketat. Hasilnya, skor berjalan lebih berimbang. Sayangnya, keunggulan teknis pasangan China kembali berbicara. Mereka mampu mempertahankan keunggulan tipis 11-9 saat interval.
Pasca-jeda, Tiwi/Fadia terus mendorong. Tapi perlawanan mereka seakan mentok di dinding pertahanan yang kokoh. Setiap usaha dibalas dengan pukulan yang lebih tajam. Akhirnya, Liu/Tan menutup pertandingan dengan 21-12.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Tiwi/Fadia di BAC 2026. Meski harus puas di semifinal, perjuangan mereka sampai di babak empat besar tetap patut diacungi jempol. Di sisi lain, pasangan China melanjutkan langkah ke partai puncak dengan performa yang cukup dominan.
Artikel Terkait
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF
Alex Marquez Akui Persaingan Gila dan Kejar Podium Perdana MotoGP 2026