Wacana "war tiket" haji tanpa antre ramai diperbincangkan. Kementerian Haji dan Umrah sendiri mengaku sedang mengkaji gagasan itu. Namun, jangan khawatir dulu bagi calon jemaah yang sudah lama mendaftar.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Azhar Prabowo, menegaskan satu hal: prioritas mutlak tetap pada mereka yang sudah mengantri.
"Prioritasnya duluan untuk yang sudah ngantre. Yang sudah antre tetap yang pertama dan utama,"
Demikian penegasan Dahnil kepada awak media, Minggu lalu. Intinya, sistem lama tak serta-merta dibuang.
Lalu, dari mana muncul ide ini? Rupanya, wacana "war tiket" digulirkan sebagai salah satu solusi mengurai benang kusut antrean panjang yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kemenhaj, kata Dahnil, punya keinginan kuat untuk menyelesaikan persoalan klasik ini sekali untuk selamanya.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran. Banyak yang bertanya-tanya, bukankah sistem seperti ini justru membuka peluang permainan orang dalam atau praktik manipulasi? Menanggapi ini, Dahnil menyebut pihaknya masih fokus pada tujuan utama: menghabiskan antrean yang ada sekarang.
"Wacana ini adalah upaya untuk menyelesaikan masalah antrean, artinya fokus untuk habiskan dulu sampai tak ada lagi antrean dan membenahi tata kelola keuangan haji yang ada di BPKH,"
jelasnya.
Soal potensi penyimpangan, dia mengakui itu adalah risiko yang harus diwaspadai. "Potensi moral hazard dan praktik manipulasi itu yang pada saat ini terus dibersihkan Kemenhaj," tambah Dahnil. Jadi, kajian masih berjalan, sementara proses pembersihan internal konon terus digalakkan.
Artikel Terkait
Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Momen Kejutan bagi Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis