Kapadze Salat Jumat di Istiqlal, Tegaskan Kunjungan Liburan Bukan Urusan Timnas

- Jumat, 21 November 2025 | 14:45 WIB
Kapadze Salat Jumat di Istiqlal, Tegaskan Kunjungan Liburan Bukan Urusan Timnas

JAKARTA - Pagi ini, suasana di Masjid Istiqlal Jakarta tampak seperti biasa. Namun ada sosok yang menarik perhatian: Timur Kapadze, pria asal Uzbekistan yang disebut-sebut masuk daftar calon pelatih Timnas Indonesia. Ia hadir untuk menunaikan Salat Jumat, mengenakan batik dengan rapi, duduk tenang menyimak khotbah.

Kedatangannya ke Indonesia langsung memicu spekulasi. Banyak yang mengira ini terkait rencana wawancara pelatih Timnas oleh PSSI. Tapi ternyata, Kapadze punya cerita lain.

"Fokus saya di sini untuk kunjungan, berlibur di Indonesia," tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/11/2025). Dengan nada santai tapi pasti, ia menegaskan bahwa kehadirannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan sepakbola. "Jadi saya ke sini bukan untuk kunjungan resmi diwawancara oleh PSSI," tambahnya.

Di sisi lain, situasinya memang agak unik. Bagaimana tidak, namanya sedang hangat dibicarakan sebagai kandidat kuat pelatih Timnas. Tapi pria kelahiran 5 September 1981 ini justru memilih datang sebagai turis biasa.

Soal kualifikasi, Kapadze sebenarnya punya credensial yang cukup mengesankan. Ia memegang Lisensi Pro UEFA, standar tertinggi dalam kepelatihan sepakbola Eropa. Dengan pengalaman rata-rata 1,59 tahun sebagai pelatih, pria 44 tahun asal Fergana ini punya bekal yang cukup.

Sementara itu, di internal PSSI, proses pencarian pelatih terus berjalan. Menurut rencana, pekan depan Badan Tim Nasional (BTN) bersama Exco PSSI dan Direktur Teknik Alexander Zwiers akan mewawancarai lima calon pelatih. Kapadze disebut-sebut termasuk dalam daftar itu, meski kini ia sendiri menyangkal tujuan sepakbolanya ke Indonesia.

Yang jelas, suasana pagi ini di Istiqlal menyisakan cerita menarik. Seorang calon pelatih yang beribadah dengan khusyuk, sementara dunia sepakbola Indonesia sibuk berspekulasi tentang masa depannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar