Bogor punya rencana baru untuk mengatasi gunungan sampah yang makin pelik. Tak sendirian, Pemkot Bogor justru mengusung solusi regional: membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL. Gagasan ini digadang-gadang bakal jadi jawaban berkelanjutan untuk persoalan sampah yang sudah melintas batas wilayah administratif.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan hal itu di Kota Bogor, Sabtu lalu. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan PSEL. Situasinya memang mendesak. Banyak daerah kini berada dalam kondisi darurat sampah, butuh terobosan cepat.
"Ini peluang besar," tegas Dedie.
Dia menjelaskan, dengan pendekatan bersama, persoalan sampah bisa diselesaikan tak hanya di Kota Bogor. Manfaatnya akan meluas ke wilayah Bogor Raya hingga kawasan aglomerasi Bandung Raya. "Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Kesiapan Kota Bogor sudah dinyatakan. Mereka siap mendukung program ini sekaligus mendorong penyelesaian yang terintegrasi. Rencananya, fasilitas PSEL akan dibangun di kawasan Kayumanis. Targetnya cukup ambisius: mengolah sekitar seribu ton sampah setiap harinya.
Dari tumpukan sampah itu, diharapkan bisa muncul sesuatu yang berharga: energi listrik. Proyeksinya, fasilitas tersebut mampu menghasilkan 10 hingga 15 megawatt listrik. Jadi, sampah tak cuma dikurangi, tapi juga diubah jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Nilai tambahnya jelas.
Di sisi lain, angka timbulan sampah di wilayah sekitar memang mencengangkan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pernah menyebutkan bahwa Jabodetabek menghasilkan sekitar 15.000 ton sampah per hari. Bandung Raya pun tak kalah, menyumbang sekitar 5.000 ton sehari. Bayangkan saja betapa besarnya volume itu.
Menanggapi kondisi itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik peluang dari Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan PSEL. Kebijakan ini, menurutnya, membuka ruang kolaborasi yang lebar antara pusat dan daerah untuk mencari solusi konkret.
Namun begitu, jalan menuju PSEL yang beroperasi penuh tentu tidak pendek. Pemkot Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi. Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah pusat, daerah sekitar, dan berbagai pihak terkait lainnya. Tujuannya satu: mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terpadu, dan benar-benar berkelanjutan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Positif Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan