Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter

- Sabtu, 11 April 2026 | 03:00 WIB
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter

Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Warga Buru 100 Meter

Hujan deras mengguyur Ponorogo, Jumat (10/4/2026) lalu. Jalanan di Kelurahan Kertosari, khususnya di sepanjang Jalan Pramuka, tak lama kemudian berubah menjadi aliran air yang keruh dan deras. Di tengah situasi itu, sebuah kejadian mengerikan nyaris merenggut nyawa seorang balita.

Rekaman CCTV dari lokasi menangkap adegan yang bikin hati ciut. Seorang anak kecil tiba-tiba terpeleset dan hilang dari pandangan, tersedot masuk ke dalam selokan yang airnya sudah meluap ganas. Suara jeritan histeris seorang ibu langsung memecah kesibukan siang itu.

"Ibunya jerit-jerit histeris karena anaknya masuk selokan. Arusnya memang sedang sangat deras karena banjir,"

kata Ali Mustofa, tukang tambal ban yang menyaksikan langsung kejadian itu. Saat itu, balita bernama Mahiya Aurora sedang bersama kakak dan ibunya, Tantin, di bengkel tambal ban miliknya. Sang ibu sedang fokus menunggu ban ditambal, sementara kedua anaknya bermain tak jauh di sana.

Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung bergerak. Mereka berhamburan mengejar arus, mencoba memprediksi di mana tubuh mungil itu akan muncul. Suasana jadi panik, tapi upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat.

Menurut Yahdi, saksi lain yang turut membantu, perjuangan itu berhasil sekitar seratus meter dari tempat kejadian. "Warga lari mengejar dan mencegat di bawah. Alhamdulillah ketemu, tapi kondisinya sudah lemas dan sekarat karena terseret cukup jauh," ujarnya menggambarkan kondisi kritis balita itu saat ditemukan.

Mahiya yang tak sadarkan diri langsung dibawa ke RSU Aisyiyah Ponorogo. Hingga Jumat malam, kabar terakhir menyebutkan ia masih bertahan di ruang IGD. Tim dokter masih berjuang memulihkan kondisinya setelah terendam air cukup lama. Keluarganya, yang masih dilanda syok, terus setia menunggu di sampingnya.

Peristiwa ini jadi pengingat yang keras untuk semua orang tua. Terutama saat cuaca ekstrem dan banjir datang, pengawasan pada anak-anak harus jadi perhatian utama. Bahaya bisa mengintai di tempat yang paling tak terduga.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar