Dovizioso lantas mengingatkan keberhasilan Marquez musim lalu. Gelar juara dunia itu, katanya, diraih bukan dalam kondisi prima seratus persen. “Tahun lalu dia berhasil memenangkan kejuaraan, tentu saja tidak dalam kondisi 100 persen. Dia masih perlu banyak meningkatkan kemampuannya,” ujarnya. Artinya, tantangan yang dihadapi Marquez sekarang mungkin adalah kelanjutan dari perjuangan yang belum usai.
Tekanan pun kian membesar. Setiap balapan tanpa podium akan menambah pertanyaan. Di sisi lain, persaingan di papan atas semakin ketat dan tak kenal ampun.
Momen untuk membungkam kritik akan datang segera. MotoGP 2026 akan melanjutkan perjalanannya ke Sirkuit Jerez, Spanyol, pada akhir April nanti. Sirkuit yang akrab di telinga para pembalap Spanyol ini menjadi ajang penting bagi Marquez untuk membalikkan keadaan.
Jika hasil tetap tak kunjung membaik, bukan mustahil gelombang tekanan akan memuncak. Dan dalam olahraga sekeras MotoGP, momentum adalah segalanya. Perjalanan panjang mempertahankan mahkota juara dunia ternyata masih menyisakan rintangan yang paling personal: pemulihan sang pembalap itu sendiri.
Artikel Terkait
Marc Marquez Akui Kondisi Fisik Jadi Kendala Utama di Awal MotoGP 2026
Gattuso Mundur, FIGC Berguncang Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Pelatih Dewa United Ingatkan Ivar Jenner: Panggilan Timnas Bukan Akhir Segalanya
Thom Haye: Persib Siap Bertempur Mati-matian untuk Pertahankan Puncak Klasemen di Padang