Suara peluit akhir di Stadion Manahan malam itu disambut gemuruh. Sorak-sorai pendukung Persis Solo bukan cuma merayakan kemenangan 3-0 atas Bali United, tapi seolah menyambut sebuah perubahan. Lini serang Laskar Sambernyawa akhirnya menemukan taringnya. Dan di pusat semua perhatian itu, ada Bruno Gomes.
Striker asal Brasil itu tampak seperti penyerang yang baru saja menemukan kembali jati dirinya. Dua gol yang ia cetak malam itu bukan sekadar angka. Gol-gol itu adalah pernyataan: Persis kini punya senjata yang bisa bikin was-was lawan mana pun.
Namun begitu, cerita di ujung lain Indonesia justru berkebalikan. Di Makassar, PSM masih menunggu-nunggu. Mereka masih berharap Alex Tanque, sang striker andalan, bisa segera bangkit dan menunjukkan ketajaman yang dijanjikannya sejak awal musim.
Sejak menit pertama laga, Bruno sudah terlihat beda. Dia tak cuma diam menunggu umpan. Pergerakannya aktif, mencari celah, menarik bek lawan keluar posisi. Pertahanan Bali United kewalahan mengawalnya.
Gol pertamanya malam itu murni soal insting. Posisinya tepat, penyelesaiannya tenang. Bola meluncur melewati kiper sebelum bek sempat bereaksi.
Gol keduanya? Itu semakin mempertegas dominasi Persis. Dalam sebuah serangan balik cepat, Bruno lagi-lagi menunjukkan ketajamannya. Sentuhan akhirnya bersih dan akurat, tanpa keraguan sedikitpun.
Sebenarnya, malam itu hampir jadi malam yang sempurna. Bruno hampir mencetak hattrick. Tapi wasit membatalkan gol ketiganya karena dinilai offside. Meski begitu, dua gol sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya bintang lapangan.
Yang menarik justru sikapnya usai laga. Di ruang konferensi pers, Bruno sama sekali tak terlihat jumawa.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026