Jasa Tirta II Pastikan Pasokan Air Aman Selama Mudik Lebaran

- Minggu, 15 Maret 2026 | 23:15 WIB
Jasa Tirta II Pastikan Pasokan Air Aman Selama Mudik Lebaran

JAKARTA – Menjelang libur Lebaran, kekhawatiran soal pasokan air kerap muncul. Tapi tahun ini, Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyatakan masyarakat tak perlu cemas. Mereka menjamin ketersediaan air baku bakal aman selama periode mudik dan hari raya.

Imam Santoso, Direktur Utama perusahaan, menegaskan komitmen itu. Menurutnya, menjaga layanan sumber daya air adalah prioritas mutlak, apalagi di momen penting seperti libur nasional dan hari besar keagamaan.

“Kami tetap siaga penuh,” ujarnya.

“Tim operasional akan bertugas di lapangan untuk memastikan semua infrastruktur berjalan baik. Mulai dari bendungan, saluran air, sampai pembangkit listrik tenaga air, semuanya dipantau terus. Tujuannya satu: pelayanan untuk masyarakat harus tetap lancar.”

Pernyataan itu disampaikan Imam dalam acara buka puasa bersama dengan media di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Di sisi lain, kesiapsiagaan ini bukan sekadar wacana. Perusahaan telah menyiapkan skema khusus, termasuk pengaturan jadwal operasional dan penempatan personel di titik-titik vital. Infrastruktur strategis seperti bendungan dan PLTA yang mereka kelola akan diawasi ekstra ketat.

Koordinasi internal juga diperkuat. Imam menambahkan, pengelolaan air adalah layanan publik yang tak boleh berhenti. Karena itu, antar divisi dan unit kerja harus kompak. Tujuannya agar setiap potensi masalah bisa diatasi dengan cepat, sebelum berlarut-larut.

Tak cuma mengandalkan manusia, teknologi pun dipakai. Pemantauan kondisi hidrologi dilakukan secara berkala lewat infrastruktur digital. Cara ini memungkinkan pengaturan operasi air dilakukan dengan lebih presisi, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.

Semua langkah itu pada dasarnya adalah upaya menjaga keseimbangan yang rumit. Antara ketersediaan air, tuntutan layanan, dan tentu saja, keberlanjutan sumber daya itu sendiri untuk masa depan.

Perlu diingat, wilayah kerja Jasa Tirta II cukup luas. Mereka mengelola air di daerah aliran Sungai Citarum, sebagian Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta Seputih-Sekampung. Cakupannya tidak main-main.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar