Kegelisahan itu kemudian menyentuh hal yang lebih sensitif. Allano merasa perlakuan yang ia terima tak selalu murni soal tindakan di lapangan.
"Mungkin jika kulit saya berwarna putih, saya tidak akan diperlakukan seperti ini," katanya.
Kalimat itu terasa pedih. Ia merasa pemain berkulit hitam seringkali memikul beban yang lebih berat.
"Bagi orang kulit hitam, segalanya lebih sulit, dan itu nyata," ujarnya.
Di luar semua kontroversi itu, kontribusinya untuk Persija tetap tak bisa dianggap remeh. Dari 21 laga, enam gol dan tujuh assist sudah ia catat. Angka itu menunjukkan betapa vital perannya di lini depan Macan Kemayoran.
Pelatih Mauricio Souza juga mengakui situasi ini. Tim pelatih sudah beberapa kali mengingatkan Allano untuk lebih bisa mengendalikan emosi.
"Kami sudah berbicara dengannya agar bisa mengontrol diri. Dia punya energi luar biasa dan selalu ingin memberikan yang terbaik," kata Mauricio.
Tapi emosi itu kembali muncul. Saat lawan Borneo FC di JIS, 3 Maret lalu, Allano kembali dapat kartu kuning.
Akibatnya, ia dipastikan absen saat Persija menjamu Dewa United tanggal 15 Maret nanti.
Bagi Persija, ini bukan cuma kehilangan satu pemain. Ini kehilangan sumber kreativitas di sisi kanan. Pengaruhnya bisa langsung terasa.
Di sisi lain, nasib serupa dialami PSM. Coba lihat bek kiri mereka, Victor Luiz. Saat dia kena hukuman larangan tampil, keseimbangan Juku Eja langsung berantakan.
Tanpa sang bek Brasil itu, PSM kehilangan penghubung vital antara pertahanan dan serangan. Beberapa laga terakhir tanpa dirinya, performa tim pun ikut melorot.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: pengaruh pemain Brasil di Super League masih sangat besar. Mereka yang menentukan wajah permainan.
Dan ketika dua nama kunci Allano dan Victor hilang dari lapangan, dampaknya langsung terasa. Bukan cuma di statistik, tapi di seluruh ritme permainan tim.
Memang, satu pemain tak bisa menggantikan seluruh sistem. Tapi kadang, dialah bagian yang membuat sistem itu tetap bernyawa.
Artikel Terkait
Liverpool Amankan Tiket Perempat Final Piala FA Usai Kalahkan Wolverhampton 3-1
PBSI Pastikan Keberangkatan Tim Bulutangkis ke Swiss Open Tak Terganggu Konflik Geopolitik
Asisten Pelatih PSM Akui Kondisi Tim Belum Ideal, Tumbuhkan Mental Jelang Lawan Malut United
Real Madrid Siapkan Anggaran Rp1,9 Triliun untuk Rekrut Bek dan Gelandang