Suasana malam di Lebanon selatan kembali pecah oleh dentuman senjata. Kali ini, sasaran tembakannya justru jatuh di dalam kompleks PBB. Tiga anggota pasukan penjaga perdamaian dari Ghana terluka dalam serangan yang mengguncang pangkalan UNIFIL di Qawzah, Sabtu (7/3/2026) malam.
Menurut sejumlah saksi, serangan ini terjadi di tengah eskalasi pertukaran tembak yang keras antara Israel dan kelompok Hizbullah. Baku tembak itu sendiri sudah berlangsung sejak Senin lalu, menandai meluasnya konflik Timur Tengah ke wilayah perbatasan.
UNIFIL, dalam pernyataan resminya, mengonfirmasi insiden tersebut.
Korban dengan luka paling serius langsung dievakuasi. “Korban luka paling parah telah dipindahkan ke rumah sakit di Beirut untuk perawatan,” tambah pernyataan itu.
Dari sisi militer Ghana, gambaran kejadiannya lebih rinci. Mereka menyebut markas batalionnya menjadi sasaran dua serangan rudal. Akibatnya, dua tentara mengalami luka berat. Satu prajurit lainnya dinyatakan menderita trauma. Tak hanya itu, fasilitas mess perwira di lokasi ikut terkena dan ludes dilalap api.
Artikel Terkait
BTS Rencanakan Konser di JIS Akhir 2026, Tunggu Keputusan Final April
Intelijen AS: Rusia Diduga Beri Data Sensitif ke Iran untuk Incar Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan Aturan Penyeberangan Khusus untuk Mudik Lebaran 2026
Andre Rosiade Bagikan 500 Paket Sembako ke Warga Jati Jelang Ramadan