Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan kita semua tentang satu hal yang sering terlupa: menjaga alam bukan sekadar aksi sosial, tapi panggilan spiritual. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah dialog kerukunan lintas agama di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Menurutnya, kerukunan yang hakiki punya dua dimensi. Tak cuma horizontal antar sesama manusia, tapi juga vertikal dengan alam semesta ciptaan Tuhan. "Inilah panggilan zaman," tegasnya, "untuk membangun kembali relasi spiritual dengan alam."
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Umar lantas mengajak hadirin menyelami konsep ekoteologi atau teologi ekologis. Intinya sederhana: bumi ini titipan, bukan warisan. Sebuah amanah Ilahi yang harus kita jaga, bukan eksploitasi seenaknya.
"Melukai bumi, merusak air dan udara, mencemari atau merusak hutan," ujarnya dengan nada serius, "sejatinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap pesan langit."
Artikel Terkait
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026
Warga Berbondong-bondong, Lalu Lintas Tersendat: Syuting Film Korea dengan Lisa BLACKPINK Hebohkan Karawaci
Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, Pemerintah Beri Suntikan Darah Segar ke Pasar
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan