Ia melanjutkan dengan bahasa yang puitis namun tegas. Alam, katanya, tak meminta disembah. Yang ia butuhkan justru sikap hormat dan tindakan nyata.
"Langit tidak meminta dipuja, tetapi dijaga. Gunung tidak memerlukan sembah, tetapi butuh penghindaran dari kerusakan."
Baginya, kerukunan dengan alam menempati posisi tertinggi. Kenapa? Karena itu cerminan dari keseimbangan batin yang sudah tercerahkan. Ketika hubungan kita dengan lingkungan rusak, seringkali itu pertanda ada yang goyah di dalam diri.
Pidato singkat itu menyisakan renungan. Di tengarai isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, seruan Menag terasa relevan. Bukan cuma untuk umat beragama tertentu, tapi untuk siapa saja yang mengaku sebagai penghuni bumi.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026