Ia melanjutkan dengan bahasa yang puitis namun tegas. Alam, katanya, tak meminta disembah. Yang ia butuhkan justru sikap hormat dan tindakan nyata.
"Langit tidak meminta dipuja, tetapi dijaga. Gunung tidak memerlukan sembah, tetapi butuh penghindaran dari kerusakan."
Baginya, kerukunan dengan alam menempati posisi tertinggi. Kenapa? Karena itu cerminan dari keseimbangan batin yang sudah tercerahkan. Ketika hubungan kita dengan lingkungan rusak, seringkali itu pertanda ada yang goyah di dalam diri.
Pidato singkat itu menyisakan renungan. Di tengarai isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, seruan Menag terasa relevan. Bukan cuma untuk umat beragama tertentu, tapi untuk siapa saja yang mengaku sebagai penghuni bumi.
Artikel Terkait
Banjir Bekasi Belum Surut, 38 Ribu Warga Terdampak
OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%
Guardians of Legacy Sambut Imlek 2026 di Lorong Kwai Chai Hong
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026