SPPG Minta Maaf! Tahu Goreng Isi Plester Luka di Sukabumi Bikin Heboh

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:50 WIB
SPPG Minta Maaf! Tahu Goreng Isi Plester Luka di Sukabumi Bikin Heboh
Tahu Goreng Isi Plester Luka di Menu MBG Sukabumi, SPPG Minta Maaf

Tahu Goreng Isi Plester Luka Viral di Menu MBG Sukabumi, SPPG Minta Maaf

Sebuah kejadian mengejutkan viral di media sosial setelah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan plester luka di dalam tahu goreng pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kronologi Penemuan Plester dalam Tahu Goreng

Andri (23), kakak dari siswa yang bersangkutan, menceritakan bahwa insiden ini terungkap saat adiknya membawa pulang menu MBG tersebut. Saat digigit, tahu goreng itu terasa sangat keras.

"Setelah dicek, di dalam kulit terigu goreng tahu itu ternyata ada plesternya," ujar Andri seperti dikutip pada Senin (20/10/2025).

Laporan dan Bukti Diberikan ke Pihak Berwenang

Merasa kesal dengan penemuan tersebut, Andri kemudian memfoto bukti dan mengunggahnya ke media sosial, yang kemudian menjadi viral. Sebelum diposting, ia telah lebih dulu melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah.

Bukti fisik berupa plester luka dan sisa tahu goreningya kemudian diserahkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigunung, Desa Sukaresmi untuk ditindaklanjuti.

Permohonan Maaf dan Janji Evaluasi dari SPPG

Menanggapi viralnya kasus ini, Ketua SPPG Cigunung, Hana Nabilah Azmi, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian yang terjadi.

"Pertama-tama, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini," kata Hana.

Ia mengakui adanya kurang pengawasan, terutama terkait kondisi relawan yang mungkin mengalami luka atau kelelahan saat proses penyiapan makanan.

Langkah Evaluasi dan Peningkatan Pengawasan

Hana menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

"Tentu ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar lebih ketat dalam pengawasan proses penyajian MBG," jelasnya.

Komitmen perbaikan termasuk menekankan prosedur keselamatan, melarang pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) selama bekerja, dan meningkatkan ketelitian dalam proses quality control di dapur.

Keluarga siswa akhirnya menerima permohonan maaf yang disampaikan oleh pihak SPPG secara terbuka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler