Di sisi lain, cerita Persebaya agak berbeda. Mereka tak sedang mendominasi, melainkan sedang berusaha bangkit. Kemenangan tipis atas PSM setidaknya mengembalikan sedikit rasa percaya diri. Permainan mulai terlihat lebih rapi, pertahanan lebih kompak. Mereka seperti menemukan kembali identitas yang sempat hilang.
Masalahnya, mereka harus berhadapan dengan tim paling konsisten di liga.
Kalau Persib ibarat mesin yang sudah halus berjalan, Persebaya adalah mesin yang baru saja dinyalakan ulang. Laga nanti di Gelora Bung Tomo bukan cuma pertandingan biasa. Ini ujian legitimasi. Apakah kebangkitan Persebaya ini nyata, atau cuma sekadar ilusi di papan tengah?
“Atmosfer GBLA itu energi tambahan buat kami. Kami bermain lebih percaya diri di depan suporter sendiri,” ujar Beckham Putra Nugraha, gelandang muda Persib, usai kemenangan besar itu.
Dampak pertandingan ini bisa sangat besar. Bagi Persib, menang di Surabaya berarti memperlebar jarak dan semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak. Narasi menuju gelar akan semakin kuat.
Bagi Persebaya, maknanya lebih dalam. Tiga poin bisa membuka kembali mimpi juara yang sempat meredup. Sepak bola memang sering berubah arah bukan dalam satu musim, tapi dalam satu malam saja.
Malam itu mungkin akan terjadi di Surabaya.
Jika Persebaya berhasil menghentikan laju Persib, peta kompetisi bisa berubah total. Perlombaan jadi terbuka lebar. Tapi jika Maung Bandung menang lagi, pesannya jelas: trofi musim ini sepertinya sudah dalam genggaman mereka.
Semua mata sekarang tertuju ke Gelora Bung Tomo. Karena yang dipertaruhkan di sana, lebih dari sekadar angka. Ini soal arah gelar Liga 1 musim ini.
Artikel Terkait
Eddie Howe Desak Anthony Gordon Abaikan Rumor Transfer ke Tiga Raksasa Liga Inggris
Bezzecchi Tercepat di FP1 MotoGP Thailand, Marquez Posisi Kedua
PSS Sleman Genjot Persiapan Hadapi Laga Krusial Kontra Persela Lamongan
Veda Ega Pratama Catat P8 di Sesi Latihan Moto3 Thailand di Lintasan Basah