Ketegangan di perbatasan Brasil dan Venezuela kian memanas. Menyusul serangan Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro akhir pekan lalu, Brasil kini mengerahkan pasukannya mendekati wilayah perbatasan. Situasi di kawasan Amerika Latin ini benar-benar mencekam.
Menurut laporan Al Jazeera Jumat lalu, pengerahan itu diatur dalam sebuah dekrit pemerintah yang diterbitkan sehari sebelumnya. Dekrit itu memberi lampu hijau untuk mengirim Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) semacam garda nasional ke dua lokasi: wilayah Pacaraima dan ke Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima. Jumlah pastinya tak disebutkan.
Roraima sendiri terletak di ujung utara Brasil, berbatasan langsung dengan Venezuela. Wilayah ini dikenal rawan. Kelompok-kelompok bersenjata ilegal berkeliaran, mengendalikan perdagangan narkoba dan mengelola tambang ilegal di sepanjang perbatasan. Boa Vista, kota yang menjadi tujuan pasukan, berjarak sekitar 213 kilometer dari garis perbatasan itu.
Langkah Brasil ini bukan tanpa sebab. Semuanya berawal dari aksi AS pada Sabtu, 3 Januari. Mereka mengebom Venezuela dan menangkap Presiden Maduro untuk diadili dengan tuduhan narkoterorisme. Reaksinya cepat. Esok harinya, Minggu (4/1), Brasil langsung menutup sementara pintu perbatasan di sekitar Pacaraima.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Petugas SPBU Cipinang
Peneliti BRIN Nilai Usulan PT 7 Persen Terlalu Tinggi, Tawarkan Jalan Tengah
Warga Gugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten ke PN Soal Jalan Rusak
Kemendikdasmen Revitalisasi 389 SMK dan Salurkan Ribuan Papan Digital di Kawasan Timur