Fabregas, saat itu, memilih diam. Tidak ada respons balik yang diberikan.
Ini sebenarnya bukan kali pertama mereka bersitegang. Bulan lalu, di pertemuan pertama saat Milan menang 3-1 di kandang Como, bentrokan verbal sudah terjadi. Situasi terbaru ini cuma mempertegas rivalitas yang kian memanas antara kedua kubu di Serie A. Allegri jelas tidak suka dengan tindakan yang dianggapnya tidak sportif dari Fabregas, apalagi sampai menyentuh pemainnya langsung di pinggir lapangan.
Skor imbang mungkin tidak terlalu merugikan posisi Milan. Tapi drama ini langsung jadi buah bibir. Sorotan media Italia dan internasional tertuju pada konflik kedua pelatih itu. Banyak yang bilang, insiden ini cermin dari tekanan luar biasa di Serie A musim 2025-2026.
Komentar "anak-anak" dari Allegri menjadi sorotan utama. Ia, pelatih senior dengan segudang pengalaman, seolah menegaskan jurang yang lebar dengan Fabregas yang masih hijau di bangku pelatih. Fabregas memang baru beberapa bulan mencoba peruntungannya sebagai manajer.
Jadi, rivalitas Milan dan Como sekarang tidak cuma bermain di atas rumput hijau. Drama di pinggir lapangan, adu mulut antar pelatih, ikut memanaskan atmosfer. Serie A kembali membuktikan dirinya sebagai panggung yang tak pernah sepi dari kisah-kisah emosional dan kontroversi yang bikin penasaran.
Artikel Terkait
Pelatih Hector Souto Akui Persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sangat Mepet
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Bos Aprilia Peringatkan Timnya Jangan Lengah Meski Puncaki Klasemen MotoGP