Dua Prajurit Marinir Tewas, Senjata Hilang dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat

- Senin, 23 Maret 2026 | 02:25 WIB
Dua Prajurit Marinir Tewas, Senjata Hilang dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat

Kontak senjata kembali memakan korban di Papua Barat Daya. Dua prajurit marinir TNI AL gugur setelah baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Peristiwa berdarah itu terjadi Minggu pagi, sekitar pukul tujuh waktu setempat. Tak hanya itu, senjata api milik kedua prajurit yang gugur itu pun dilaporkan hilang, dirampas oleh para pelaku.

Kedua korban diketahui adalah Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10. Situasinya memang mencekam. Selain kedua prajurit yang gugur, satu anggota lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis. Saat ini, seluruh korban telah dievakuasi ke RSAL dr. R. Oetojo di Sorong untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di depan rumah sakit itu pula, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, memberikan penjelasan kepada awak media. Wajahnya tampak serius.

"Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan," ujar Slamet.

Menurutnya, langkah konkret segera diambil. Koordinasi dengan satuan lain, termasuk Satgas Operasi Habema yang di dalamnya ada prajurit Batalion Marinir 10, akan diperkuat. Dengan pembagian sektor operasi yang sudah ada, ia berharap respons terhadap setiap gangguan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

"Koordinasi terus kami lakukan dengan Satgas Habema. Dengan pembagian sektor yang ada, setiap potensi gangguan dapat segera direspons," katanya menegaskan.

Tak berhenti di situ. Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, penambahan atau pergeseran pasukan di titik-titik rawan sedang dipertimbangkan. Brigjen Slamet juga mengaku telah mendapat beberapa petunjuk awal mengenai pelaku. Meski begitu, ia memilih bersikap hati-hati.

"Penambahan pasukan sedang direncanakan, termasuk penguatan intelijen. Informasi dari masyarakat dan aparat intelijen akan terus kami kembangkan," jelasnya.

"Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid," lanjut Slamet, menahan diri untuk tidak terburu-buru menyebut nama.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa tragedi ini justru harus menyatukan barisan. Soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan di Papua Barat Daya, katanya, tak akan goyah. Dengan nada berat, ia pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya dua prajurit muda di medan tugas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar