Lebih dari 1.600 Ton Bantuan dan Tenda Sekolah Darurat Dikirim ke Korban Banjir Sumatera

- Kamis, 11 Desember 2025 | 01:25 WIB
Lebih dari 1.600 Ton Bantuan dan Tenda Sekolah Darurat Dikirim ke Korban Banjir Sumatera

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mendorong pemerintah bergerak cepat. Menurut keterangan resmi Staf Khusus Wapres, Nico Harjanto, pada Rabu (10/12/2025), bantuan logistik sudah dikirimkan ke titik-titik terdampak. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 1.638,96 ton per 9 Desember.

“Per tanggal 9 Desember, total 1.638,96 ton bantuan logistik sudah disalurkan ke titik-titik terdampak melalui darat, laut, dan udara,” ujarnya.

Penyaluran tak cuma mengandalkan truk. Mereka juga memanfaatkan kapal dan pesawat untuk menjangkau lokasi yang sulit. Di lapangan, Kementerian Sosial turun tangan membagikan beragam bantuan, mulai dari makanan siap santap, selimut, kasur, hingga air bersih yang sangat krusial di kondisi darurat.

Relawan pun punya peran besar. Ribuan anggota Tagana bekerja tanpa lelah mendistribusikan bantuan dan mengelola dapur umum.

“Di lapangan, ribuan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak tanpa henti, 39 dapur umum memproduksi ratusan ribu porsi makanan dan 101 ton beras disalurkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga,” kata dia.

Namun begitu, bantuan tak hanya soal perut dan tempat tinggal sementara. Pemerintah juga memikirkan nasib pendidikan anak-anak di tengah bencana ini. Bayangkan, hampir 2.800 sekolah dilaporkan rusak. Mereka tak ingin generasi muda ini kehilangan waktu belajar terlalu lama.

“Dari total 2.798 sekolah yang rusak, langkah cepat dilakukan melalui program Emergency School Support untuk menjamin kegiatan belajar tetap berlangsung meskipun bangunan sekolah mengalami kerusakan,” jelas Nico.

Upaya konkretnya? Tenda-tenda kelas darurat dan puluhan ribu paket perlengkapan sekolah segera didistribusikan.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan 126 tenda ruang kelas darurat serta 10.200 paket perlengkapan sekolah untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar,” katanya.

Ke depan, agenda revitalisasi sekolah pada tahun 2026 nanti akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang terdampak bencana ini. Langkah ini diharapkan bisa memulihkan kondisi pendidikan sekaligus memberi harapan baru bagi anak-anak di sana.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar