Suasana di San Siro, Kamis malam itu, sudah cukup panas. AC Milan baru saja ditahan imbang Como 1-1. Tapi yang terjadi di balik layar, usai peluit panjang, justru lebih menggemparkan. Massimiliano Allegri, sang pelatih Milan, benar-benar meledak. Sasaran amarahnya? Cesc Fabregas, mantan bintang lapangan yang kini memimpin Como.
Semuanya berawal dari sebuah insiden kecil di babak kedua. Saat pertandingan masih berjalan, Fabregas terlihat menarik kaos Alexis Saelmaekers dari sisi lapangan. Wasit luput melihatnya. Tapi Allegri, dari sudutnya, menyaksikan aksi itu dengan jelas. Ia langsung memprotes keras.
Protesnya itu malah berbuah petaka untuk dirinya sendiri. Wasit memberinya kartu merah. Tensinya melonjak drastis.
Usai laga, Fabregas sempat mengulurkan permintaan maaf lewat wawancara. Allegri menanggapi dengan sindiran yang cukup tajam. "Lain kali kalau ada yang lari melewati saya, saya akan melakukan sliding tackle saja," ujarnya, setengah bergurau tapi nadanya menusuk.
Namun begitu, ketegangan rupanya belum berakhir. Menurut sejumlah saksi mata, kedua orang ini kembali bertemu di area sebelum konferensi pers digelar. Di sinilah kemarahan Allegri benar-benar meledak. Kata-katanya terdengar jelas oleh para wartawan yang berada di sekitar.
"Kamu anak-anak, kamu idiot, kamu baru mulai melatih kemarin lho!"
Fabregas, saat itu, memilih diam. Tidak ada respons balik yang diberikan.
Ini sebenarnya bukan kali pertama mereka bersitegang. Bulan lalu, di pertemuan pertama saat Milan menang 3-1 di kandang Como, bentrokan verbal sudah terjadi. Situasi terbaru ini cuma mempertegas rivalitas yang kian memanas antara kedua kubu di Serie A. Allegri jelas tidak suka dengan tindakan yang dianggapnya tidak sportif dari Fabregas, apalagi sampai menyentuh pemainnya langsung di pinggir lapangan.
Skor imbang mungkin tidak terlalu merugikan posisi Milan. Tapi drama ini langsung jadi buah bibir. Sorotan media Italia dan internasional tertuju pada konflik kedua pelatih itu. Banyak yang bilang, insiden ini cermin dari tekanan luar biasa di Serie A musim 2025-2026.
Komentar "anak-anak" dari Allegri menjadi sorotan utama. Ia, pelatih senior dengan segudang pengalaman, seolah menegaskan jurang yang lebar dengan Fabregas yang masih hijau di bangku pelatih. Fabregas memang baru beberapa bulan mencoba peruntungannya sebagai manajer.
Jadi, rivalitas Milan dan Como sekarang tidak cuma bermain di atas rumput hijau. Drama di pinggir lapangan, adu mulut antar pelatih, ikut memanaskan atmosfer. Serie A kembali membuktikan dirinya sebagai panggung yang tak pernah sepi dari kisah-kisah emosional dan kontroversi yang bikin penasaran.
Artikel Terkait
Posisi Rafa Benitez di Panathinaikos Terancam Usai Performa Mengecewakan
Persib Tersingkir dari ACL2, Adam Alis dan Beckham Putra: Terima Kasih Asia, Kami Akan Kembali
Janice Tjen Tembus 16 Besar Dubai, Peringkat WTA Melonjak ke 37
Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, Turunkan 48 Atlet