FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru

- Minggu, 05 April 2026 | 11:40 WIB
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru

Krisis di sepak bola Italia benar-benar memuncak. Gagal lagi di kualifikasi Piala Dunia? Itu sudah tiga kali beruntun. Situasinya panas, dan tekanan untuk berbenah kini menghantam Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Akibatnya, ada gelombang pengunduran diri yang tak terhindarkan. Presiden FIGC Gabriele Gravina memutuskan mundur. Tak lama, pelatih Timnas Gennaro Gattuso dan kepala delegasi legendaris Gianluigi Buffon pun menyusul pergi. Kekosongan kepemimpinan ini meninggalkan federasi dalam keadaan limbung, mendesak dicarinya sosok baru yang bisa dipercaya.

Nah, di tengah vakum ini, satu nama mulai mencuat dengan kuat: Paolo Maldini. Ya, legenda AC Milan itu. Banyak yang menilai, kredibilitas dan pengalamannya sebagai pemain papan atas bisa jadi modal berharga untuk menarik sepak bola Italia dari lumpur.

Menurut laporan harian La Stampa, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi sendiri yang mengusung nama Maldini sebagai pilihan utama. Pemilihan presiden baru FIGC sendiri rencananya digelar pada 22 Juni mendatang. Calon yang berminat harus mengkonfirmasi diri setidaknya 40 hari sebelum tanggal pemungutan suara.

Fokus utama bagi siapapun yang nantinya memimpin jelas: membenahi sistem dari akar dan meningkatkan kualitas pemain-pemain muda. Itu adalah pekerjaan rumah yang berat.

Peluang dan Tantangan si Legenda

Tapi, apakah Maldini bakal menerima tawaran ini? Itu pertanyaan besarnya. Sebelumnya, dia kerap menegaskan bahwa komitmennya di sepak bola Italia hanya untuk AC Milan. Ikatan emosionalnya dengan Rossoneri sangatlah kuat.

Di sisi lain, pengalaman manajerialnya cukup mumpuni. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan AC Milan pada 2018-2019, lalu naik menjadi Direktur Teknik. Sayang, karir eksekutifnya di San Siro berakhir dengan pemecatan pada Juni 2023. Selain itu, Maldini juga punya kepentingan bisnis di seberang Atlantik sebagai salah satu pemilik klub Miami FC di AS. Faktor-faktor ini pasti akan dia pertimbangkan matang-matang.

Namun begitu, sebagai pemain, rekam jejaknya tak perlu diragukan. Maldini membela Timnas Italia dalam 126 pertandingan, sebuah angka yang fenomenal dan sempat menjadi rekor pada masanya. Dia mengerti betul rasanya membawa bendera Italia di panggung tertinggi.

Kini, semua mata tertuju pada keputusannya. FIGC berada di persimpangan jalan yang krusial. Nama Paolo Maldini bukan sekadar calon, tapi lebih pada sebuah simbol harapan. Harapan untuk membawa angin perubahan di tengah situasi yang masih serba tak menentu ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar