“Jadi, saya pikir Pecco akan menjadi lawan yang sangat tangguh untuk dikalahkan di balapan mendatang,” sambungnya.
Peran Komunikasi Tim dalam Pemulihan
Kebangkitan mental seorang pembalap kelas dunia jarang terjadi secara instan. Tardozzi mengungkapkan, proses ini didukung oleh komunikasi intensif antara Bagnaia dengan jajaran pimpinan teknis tim, termasuk Direktur Teknik Ducati, Gigi Dall'Igna. Dialog yang terbuka dinilai krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri dan fokus sang pembalap.
“Dia orang yang sangat cerdas, jadi kami banyak berbicara dengannya, terutama Gigi [Dall'Igna], dan saya pikir sejak tes Valencia, dia sudah mendapatkan kembali mentalitas yang tepat,” jelas manajer asal Italia tersebut.
Pendekatan personal dan teknis ini tampaknya membuahkan hasil. Tim kini menyambut musim baru dengan optimisme yang jauh lebih besar, didasari oleh keyakinan bahwa mereka telah mendapatkan kembali Pecco Bagnaia yang sebenarnya.
“Kami sangat senang; kami tahu kami memiliki Pecco yang sangat kompetitif,” pungkas Tardozzi.
Menatap Persaingan Ketat 2026
Dengan mentalitas yang telah diperbarui dan evaluasi teknis yang terus disempurnakan, Bagnaia kini dipandang siap untuk kembali memanaskan persaingan di puncak klasemen MotoGP. Perjalanan menuju gelar ketiga tentu tidak akan mudah, mengingat ketatnya persaingan dan dominasi Marquez di musim sebelumnya. Namun, sinyal yang ditangkap dari garasi Ducati Lenovo menunjukkan bahwa salah satu rival terberat untuk gelar 2026 mungkin telah bangkit dari masa sulitnya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Fokus Amankan Kontrak Yuran dan Victor di Tengah Isu Sanksi FIFA
Veda Ega Pratama Kokoh di Puncak Klasemen Rookie Moto3 Meski Gagal di Austin
Muhammad Nazaruddin Terpilih Aklamasi Pimpin Federasi Pickleball Indonesia
PSM Makassar Hadapi Lima Laga Penentu Nasib di April 2026