MAKASSAR Musim belum usai, tapi bagi PSM Makassar, aroma penentuan sudah tercium. April 2026 bukan cuma bulan biasa. Ini fase genting yang bakal menentukan segalanya: bertahan atau terpuruk.
Lima laga menanti. Rentetan duel yang padat dan tak kenal ampun. Mereka akan mulai dengan Persis Solo, lalu berhadapan dengan PSIM Yogyakarta, Borneo FC, Persik Kediri, dan ditutup dengan lawatan ke markas Bali United. Bagi Pasukan Ramang, ini lebih dari sekadar jadwal. Ini serangkaian "final" yang harus dimenangi, satu demi satu.
Target manajemen sudah jelas. Mereka ingin menyapu bersih poin yang tersedia. Ambisi itu wajar, mengingat posisi tim di klasemen masih belum aman dari bayang-bayang degradasi. Sembilan pertandingan tersisa dianggap sebagai satu paket perjuangan mutlak. Tak ada ruang untuk kompromi.
Manajer tim, Muhammad Nur Fajrin, tak menampik bahwa intensitas April akan menguji habis-habisan segala aspek tim. "Fisik, mental, sampai kedalaman skuad, semua bakal diukur," katanya.
“April nanti cukup padat, ada lima pertandingan dan tiga di antaranya laga kandang,” ujarnya menambahkan.
Di tengah tekanan yang makin membubung, ada satu titik terang: tiga dari lima laga itu akan digelar di Parepare. Kandang. Itu bukan sekadar tempat main, melainkan benteng terakhir yang harus dipertahankan mati-matian.
Namun begitu, tantangan PSM ternyata tak cuma datang dari lawan di lapangan hijau.
Manajemen paham betul. Musim sulit kerap berawal dari hal-hal di luar taktik, terutama soal komunikasi antar internal tim. Untuk itu, pertemuan langsung antara para pengurus dan pemain digelar. Tujuannya cuma satu: menyatukan visi dan misi.
Pesan yang disampaikan pun sederhana tapi tegas: sudahi semua salah paham.
Menurut Muhammad Alfajri, komunikasi yang macet bisa jadi awal kehancuran sebuah tim. Bahkan sebelum pertandingan dimulai sekalipun.
“Persepsi harus disatukan supaya tujuan semua pihak jelas dan searah,” tegasnya.
Langkah ini jelas sebuah sinyal. PSM tak cuma berbenah soal strategi permainan, tapi juga membangun kembali pondasi psikologis tim. Membangkitkan kepercayaan yang mungkin sempat goyah.
Pada akhirnya, April akan menjadi cermin yang jujur untuk PSM Makassar. Apakah mereka sanggup mengolah tekanan jadi energi positif? Atau justru ambruk di bawah beban ekspektasi?
Jawabannya akan dimulai dari laga pertama. Melawan Persis Solo. Dari satu pertandingan yang, bisa jadi, menentukan arah angin untuk selanjutnya.
Karena di fase seperti ini, setiap angka di papan klasemen bukan cuma poin. Itu adalah penentu nasib.
Jadwal PSM April 2026:
PSM vs Persis: 4 April
PSIM vs PSM: 10 April
PSM vs Borneo FC: 18 April
PSM vs Persik: 23 April
Bali United vs PSM: 27 April
Artikel Terkait
Sabar/Reza Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Melaju ke 16 Besar Singapore Open 2026
Aprilia Tak Coret Marc Marquez dari Calon Juara MotoGP 2026, Rivola Ingatkan Kisah Bagnaia
AS Roma Incar Mason Greenwood untuk Perkuat Lini Serang di Liga Champions
Bonucci Dukung Guardiola Tangani Timnas Italia, Capello Justru Ragukan Kesesuaian Gaya Melatih