Suara ledakan keras kembali membelah langit Kyiv sebelum fajar. Kali ini, rudal balistik menjadi penyebabnya. Serangan ini datang di tengah-tiba, hanya selang dua hari sebelum rakyat Ukraina memperingati tahun keempat invasi Rusia yang pahit.
Menurut laporan di lapangan, rentetan ledakan mulai menggema sekitar pukul empat pagi waktu setempat. Sirine peringatan serangan udara baru saja berhenti berdering ketika suasana tiba-tiba berubah mencekam.
Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, dengan cepat mengkonfirmasi serangan itu lewat Telegram.
"Musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik," tulisnya, sambil mendesak warga untuk tidak keluar dari tempat perlindungan.
Dia juga menyebutkan serangan itu memicu kebakaran di atap sebuah gedung tempat tinggal. Api menjilat-jilat di kegelapan dini hari, menambah suasana chaos.
Tak lama setelah kejadian di Kyiv, ancaman itu ternyata meluas. Angkatan udara Ukraina langsung memperluas peringatan ke seluruh negeri. Bukan cuma itu, kewaspadaan juga ditingkatkan di sepanjang perbatasan barat, mendekati negara-negara sekutu NATO.
Respon pun datang dari tetangga. Komando Operasional Polandia mengaku telah mengerahkan jet tempur mereka. Alasannya, mereka mendeteksi aktivitas pesawat jarak jauh Rusia yang sedang melakukan serangan ke wilayah Ukraina.
Namun begitu, serangan pagi ini bukanlah satu-satunya tragedi yang terjadi dalam beberapa jam terakhir. Kota Lviv di barat, yang biasanya relatif lebih tenang karena jauh dari garis depan, juga diguncang ledakan hebat.
Kejadiannya sekitar tengah malam, di sebuah jalan perbelanjaan pusat yang sepi. Seorang polisi wanita tewas dalam insiden itu, sementara 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Ledakan terjadi setelah petugas menanggapi laporan adanya pembobolan.
Walikota Andriy Sadovyi dengan tegas menyebutnya aksi teror.
"Ini jelas merupakan tindakan terorisme," ujarnya, meski belum merinci siapa pelaku di baliknya.
Memang, dalam dua tahun terakhir, serangan-serangan mematikan di wilayah yang jauh dari medan tempur seperti ini sudah jadi pemandangan yang semakin sering. Sebuah pola yang membuat siapa pun was-was, karena bahaya bisa datang dari mana saja, kapan saja.
Artikel Terkait
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Kabul Kecam Pelanggaran Kedaulatan
2.285 Personel Amankan Laga Persib vs Persita di GBLA
DPR Tegaskan Produk Makanan dan Minuman AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Anggota DPRD DKI Soroti Izin dan Kebisingan Lapangan Padel di Cilandak