Manajer Ducati Yakin Bagnaia Kembali Jadi Penantang Gelar MotoGP 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 16:15 WIB
Manajer Ducati Yakin Bagnaia Kembali Jadi Penantang Gelar MotoGP 2026

MURIANETWORK.COM - Francesco "Pecco" Bagnaia diprediksi akan kembali menjadi penantang utama gelar juara dunia MotoGP pada musim 2026 mendatang. Keyakinan ini disampaikan langsung oleh manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, yang melihat perubahan mentalitas signifikan pada pembalap asal Italia itu setelah melewati musim 2025 yang mengecewakan. Optimisme ini muncul jelang persiapan pra-musim, di mana Bagnaia diyakini telah menemukan kembali performa terbaiknya.

Refleksi Musim yang Penuh Tantangan

Harapan tinggi yang dibebankan pada Bagnaia di musim 2025 ternyata berakhir dengan kekecewaan. Pembalap yang sebelumnya dua kali menjadi juara dunia itu hanya mampu meraih dua kemenangan balapan dan harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir. Penurunan performa yang cukup mencolok ini menjadi sorotan banyak pihak, terutama karena terjadi di dalam tim yang sama.

Analisis dari dalam tim menyebutkan, akar masalahnya terletak pada kesulitan Bagnaia beradaptasi dengan spesifikasi terbaru motor Ducati GP25. Motor tersebut dinilai kurang cocok dengan gaya berkendaranya yang presisi, sehingga menghambat konsistensi dan kecepatan maksimalnya di berbagai sirkuit. Situasi ini semakin kontras dengan kesuksesan rekan setimnya, Marc Marquez, yang justru langsung mampu menguasai persaingan dan meraih gelar dunia di tahun pertamanya membela Ducati.

Transformasi Mental di Musim Dingin

Namun, suasana di garasi Ducati tampaknya telah berubah selama jeda musim dingin. Davide Tardozzi mengamati adanya sinyal positif yang kuat dari Bagnaia sejak sang pembalap kembali dari masa liburan. Aura dan pendekatannya terhadap balapan dinilai telah mengalami transformasi.

“Di awal tahun, ketika ia kembali dari liburan musim dingin, saya menemukan Pecco yang benar-benar berbeda, dengan mentalitas yang berbeda. Mirip dengan versi 2024,” tutur Tardozzi.

Pengamatan ini bukan sekadar perasaan semata. Tardozzi yakin perubahan sikap ini akan langsung terkonversi menjadi hasil yang konkret di lintasan. Ia memprediksi Bagnaia akan kembali menjadi rival yang sangat sulit untuk diatasi oleh para pesaingnya.

“Jadi, saya pikir Pecco akan menjadi lawan yang sangat tangguh untuk dikalahkan di balapan mendatang,” sambungnya.

Peran Komunikasi Tim dalam Pemulihan

Kebangkitan mental seorang pembalap kelas dunia jarang terjadi secara instan. Tardozzi mengungkapkan, proses ini didukung oleh komunikasi intensif antara Bagnaia dengan jajaran pimpinan teknis tim, termasuk Direktur Teknik Ducati, Gigi Dall'Igna. Dialog yang terbuka dinilai krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri dan fokus sang pembalap.

“Dia orang yang sangat cerdas, jadi kami banyak berbicara dengannya, terutama Gigi [Dall'Igna], dan saya pikir sejak tes Valencia, dia sudah mendapatkan kembali mentalitas yang tepat,” jelas manajer asal Italia tersebut.

Pendekatan personal dan teknis ini tampaknya membuahkan hasil. Tim kini menyambut musim baru dengan optimisme yang jauh lebih besar, didasari oleh keyakinan bahwa mereka telah mendapatkan kembali Pecco Bagnaia yang sebenarnya.

“Kami sangat senang; kami tahu kami memiliki Pecco yang sangat kompetitif,” pungkas Tardozzi.

Menatap Persaingan Ketat 2026

Dengan mentalitas yang telah diperbarui dan evaluasi teknis yang terus disempurnakan, Bagnaia kini dipandang siap untuk kembali memanaskan persaingan di puncak klasemen MotoGP. Perjalanan menuju gelar ketiga tentu tidak akan mudah, mengingat ketatnya persaingan dan dominasi Marquez di musim sebelumnya. Namun, sinyal yang ditangkap dari garasi Ducati Lenovo menunjukkan bahwa salah satu rival terberat untuk gelar 2026 mungkin telah bangkit dari masa sulitnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar